"Susah kalau Semua Harga Mahal" Cerita Ojol Beralih Pertalite Setelah Pertamax Naik

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax per 10 Juni 2026 membuat pengendara beralih ke Pertalite.

Khususnya bagi para sopir (driver) ojek online (ojol) yang sehari-hari menggunakan BBM untuk menunjang pekerjaan.

Iwan (51), driver ojol di Jakarta Pusat mengaku sudah hampir dua pekan ini beralih menggunakan Pertalite.

Sebelum harga Pertamax naik dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250, Iwan masih setia memakai BBM jenis tersebut.

"Tadinya Pertamax terus. Terus karena Pertamax mahal, padahal pendapatan saya tidak seberapa, ya sudah saya turun lagi ke Pertalite," ujar Iwan saat dijumpai Kompas.com di SPBU Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).

Baca juga: Relain Antre Ajalah daripada Boncos, Cerita Pengendara Dua Pekan Setelah Pertamax Naik

Iwan menggunakan motor dengan CC 125 untuk on bid ojol setiap hari.

Ia bilang, idealnya BBM yang digunakan untuk motor tersebut adalah Pertamax.

Kapasitas tangki BBM untuk motornya sekitar 4 liter lebih jika diisi sampai penuh.

Sebelum harga Pertamax naik, uang Rp 50.000 untuk bensin sudah cukup untuk mengisi bensin secara full tank.

"Kalau full tank itu, biasanya bisa buat narik 1,5 hari. Jadi mengisi bensin pagi, lalu dipakai sampai malam. Kemudian bisa sampai besok paginya lagi, lalu baru isi lagi," jelasnya.

Sementara itu, saat harga Pertamax naik, uang Rp 50.000 hanya bisa digunakan untuk mengisi BBM sekitar 3 liter lebih sedikit.

"Kalau segitu saya pakai narik, baru jam 20.00 WIB malam saya harus isi lagi. Jadi waktu Pertamax naik, saya bertahan pakai dua hari setelah harga resmi naik. Selanjutnya sampai sekarang pakai Pertalite," jelas Iwan.

Sejak menggunakan Pertalite, Iwan mengaku uang operasional untuk bensin yang dia anggarkan sebesar Rp 50.000 per hari bisa mencukupi kebutuhan BBM motornya.

Baca juga: Isi Rp 50.000 Sekarang Sedikit Banget Keluh Pengendara Setelah Harga Pertamax Naik

Pasalnya, harga Pertalite tidak mengalami kenaikan, atau tetap seharga Rp 10.000 per liter.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Iwan bilang, ia memang mematok anggaran BBM sebesar Rp 50.000 dengan mempertimbangkan pemasukan sehari-hari sebagai driver ojol.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Dewi Soekarno Disidang di Pengadilan Jepang, Istri Bung Karno Akui Lakukan Penganiayaan dengan Dalih Ini
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Dua Raksasa Komponen Otomotif Disebut Mau Relokasi Pabrik ke Vietnam, Ini Kata Kemenperin
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Guru SD di NTB Tilap Tabungan Siswa Rp 105 Juta, Disdik Beri Sanksi
• 5 jam laludetik.com
thumb
LPS: Tabungan di Bawah Rp 100 Juta Tumbuh 4,95 Persen hingga Mei 2026
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Profil Jiwoo Hearts2Hearts, Idol K-Pop yang Mengidolakan Karina Aespa dan Ingin Bertukar Posisi dengan Carmen
• 12 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.