Wartawan senior Hersubeno Arief mengaku terkejut dengan pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan yang mengakui persoalan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terletak pada perencanaan.
"Belakangan ini yang cukup mengejutkan, bahkan seorang Ketua Dewan Ekonomi Nasional seperti Luhut Binsar Pandjaitan mengakui dia punya banyak catatan tentang rasional dari Makan Bergizi Gratis itu, sehingga sekarang muncul banyak sekali persoalan. Menurut Luhut, ini program Makan Bergizi Gratis itu perencanaannya kurang matang dan masih banyak hal yang harus dibenahi," ucap Hersu dalam kanal YouTube Hersubeno Point, dikutip Jumat (26/6).
Menurut Hersu, pengakuan Luhut tersebut seharusnya menjadi catatan penting bagi pemerintah agar program strategis berikutnya, khususnya Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, tidak mengulang kesalahan yang sama.
"Pengakuan yang seharusnya menjadi pelajaran agar program strategis berikutnya tidak mengulang kesalahan yang sama, di sinilah saya kira letak persoalannya," tandasnya.
Sebelumnya, Luhut juga menegaskan bahwa perencanaan program MBG memang belum disiapkan secara matang sehingga menimbulkan berbagai persoalan dalam pelaksanaannya.
Baca Juga: Skandal MBG: 100 Titik Dapur Fiktif di Cilacap, Berapa di 514 Kabupaten Kota?
Menurutnya, masalah tersebut dapat dihindari sejak awal jika penyusunan program dilakukan melalui kajian komprehensif.
"Jadi kita habis waktu bertengkar sesama kita, yang sebenarnya enggak perlu terjadi kalau dari awal perencanaannya, studinya, dilakukan dengan proper. Jadi masalah kita adalah ide-ide besar presiden tidak kita siapkan perencanaannya yang matang. Itu salah kita semua lah," ujarnya dalam sebuah seminar di kantornya, Kamis (25/6/2026).





