Israel Ogah Tetapkan Jadwal Kapan Pasukan IDF Ditarik dari Gaza dan Lebanon

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Israel menyatakan belum menetapkan jadwal penarikan pasukan dari Gaza dan Lebanon, Kamis (25/6). Pernyataan itu disampaikan bertepatan dengan negosiasi damai Israel dan Lebanon di Washington.

Israel melancarkan serangan darat dan udara ke Lebanon sejak Maret 2026. Wilayah yang menjadi sasaran adalah Lebanon selatan, yang menjadi basis milisi Hizbullah, sekutu Iran.

Sementara itu, serangan Israel ke Gaza telah berlangsung sejak 2023. Operasi militer tersebut menuai kecaman internasional karena besarnya jumlah korban jiwa di Gaza.

Pernyataan bahwa belum ada jadwal penarikan pasukan disampaikan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Ia bahkan menegaskan pasukan Israel akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon.

"Kita harus tetap berada di zona keamanan di Lebanon, di Suriah, dan di Gaza, bukan untuk waktu yang terbatas, guna membela penduduk dan komunitas kita dari unsur-unsur ekstremis," kata Katz, seperti dikutip AFP.

"Kami menentang penarikan pasukan IDF dari zona keamanan di Lebanon, terlepas dari semua tekanan yang ada maupun yang akan datang," lanjutnya.

Terpisah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menegaskan militer Israel (IDF) akan tetap berada di Lebanon selatan selama masih dibutuhkan.

"Saya telah menjelaskan kepada IDF: Anda memiliki kebebasan bertindak sepenuhnya," ujar Netanyahu.

Saat ini gencatan senjata sebenarnya sudah diumumkan di Lebanon. Tapi, Israel acap kali melanggar kesepakatan dengan meluncurkan serangan ke wilayah negara tetangganya itu.

Adapun negosiasi Israel dan Lebanon yang dimediasi AS sebenarnya berjalan sejak April lalu. Pihak Lebanon mau negosiasi langsung dengan Israel karena ditekan oleh AS.

Putaran terbaru negosiasi yang dimulai sejak tiga hari lalu rencananya akan berakhir pada Kamis (25/6) waktu AS. Menlu Marco Rubio mengatakan, kedua negara sedikit lagi mencapai komitmen terkait penghentian serangan.

Adapun penghentian operasi militer ke Lebanon merupakan salah satu poin kesepakatan damai AS-Iran yang diteken secara virtual oleh Presiden AS Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 17 Juni 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Verona (VERN) Bidik 3 Juta Penonton dari 3 Film Baru pada 2026
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Rusia Luncurkan Serangan Rudal ke Ukraina, Bunyi Sirene Meraung di Kyiv
• 13 jam laludetik.com
thumb
Hasil Babak Pertama Tunisia vs Belanda: De Oranje Unggul Berkat Gol Bunuh Diri dan Penyelesaian Dingin
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Beleid Baru Jadi Solusi Atasi Kabel Semrawut di Jakarta
• 58 menit laluliputan6.com
thumb
LPDB Dorong Koperasi Kredit Perkuat KDMP
• 17 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.