Cerita Petugas DLH Kena Lempar Popok Saat Bersihkan Sampah di Kali Gendong

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Petugas Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup mengaku kerap melihat langsung warga membuang sampah ke Kali Gendong, Muara Baru, Jakarta Utara,

Tak hanya itu, Imam (42) salah seorang petugas yang setiap hari membersihkan lokasi tersebut juga beberapa kali terkena lemparan sampah saat membersihkan Kali Gendong.

"Oh itu pengalamannya, tuh, pernah ada, bahkan sering kali sampai dua kali tiga kali lah. Saya pernah lagi mengangkut, setelah itu ada popok bayi di pundak. Pas kita lagi menyisir, kadang-kadang kan suka marah-marah juga kan, 'Woi ada orang di bawah!' begitu," ujar Imam saat ditemui Kompas.com, Jumat (26/6/2026).

Baca juga: Tumpukan Sampah di Kali Gendong Kini Menyusut Drastis

Selain itu, dia mengungkap penyebab sampah di Kali Gendong kerap kembali menumpuk meski rutin dibersihkan setiap hari.

Imam mengatakan, sebagian warga masih membuang sampah ke aliran kali sehingga sampah terus muncul.

Ia juga menyebut pembuangan sampah ke aliran kali biasanya terjadi pada malam hari saat petugas sudah selesai membersihkan.

"Pasti numpuk. Karena mereka semua buangnya di sini," kata Imam.

Imam mengatakan, petugas setiap hari mengangkut lima hingga enam gerobak motor sampah dari Kali Gendong. Namun, sampah kembali menumpuk keesokan harinya.

Menurut dia, sampah tersebut juga berasal dari rumah-rumah warga yang berada di bantaran kali dengan posisi jendela menghadap ke aliran kali.

"Dari jendela-jendela lah, jendela-jendela, dari rumah atas-atas yang tinggi. Mereka pada buang sampah. Jendela rumah mereka banyak yang menghadap kali soalnya," ungkap dia.

Baca juga: Keluhan Warga soal Sampah di Kali Gendong Dijawab Sudin LH Jakarta Utara

Selain kebiasaan membuang sampah ke kali, petugas juga menghadapi kendala karena aliran kali disebut semakin sempit karena ada bangunan yang menjorok ke badan kali.

Akibatnya, sampah-sampah tersebut tersumbat dan tidak dapat mengalir saat petugas mendorong tumpukan sampah tersebut.

"Jadi, kita untuk akses buang sampah, mendorong sampah, ataupun menarik sampah agak sulit. Medannya agak sulit," tutur dia.

Imam berharap agar fasilitas berupa tempat pembuangan sampah (TPS) bisa segera disediakan di lingkungan sekitar aliran Kali Gendong.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pasalnya, ketiadaan TPS menjadi salah satu penyebab warga memilih membuang sampah langsung ke aliran kali.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkot Surabaya Luncurkan Buku Bung Karno, Bakal Jadi Materi Wajib SD dan SMP
• 14 jam laluberitajatim.com
thumb
Jasa Marga Pasang Rangka Gantry RFID di Tol Demi Capai Zero ODOL 2027
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Syarat Program Pemagangan Nasional 2026, Lulusan D3 dan S1 Wajib Punya Ijazah Asli
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Uji Emisi di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, 81 dari 84 Kendaraan Lulus Pemeriksaan
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Panjatkan Doa saat Umrah, Ruben Onsu Minta 3 Poin Ini pada Sarwendah, Soroti Masalah Nafkah dan Anak
• 3 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.