Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggelar khitanan massal gratis dan memberikan santunan kepada 500 anak yatim dan dhuafa di Pesantren Ilmu Al-Qur’an (PIQ) Al Misbah Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pengawasan dan Pengendalian, Neyla Saida Anwar, dalam keterangan di Jakarta, Jumat, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan sosial dan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan keluarga dhuafa.
Kegiatan yang digelar pada Kamis (25/6) tersebut, diikuti ratusan anak berasal dari keluarga kurang mampu dari sejumlah wilayah di Jabodetabek. Selain mendapatkan layanan khitanan gratis, para peserta juga menerima santunan sebagai bentuk kepedulian terhadap anak yatim dan keluarga dhuafa bertepatan dengan bulan Muharram.
"Kami bersyukur dapat menjadi bagian dari kegiatan yang penuh keberkahan ini. Muharram menjadi bulan yang identik dengan kepedulian terhadap anak yatim. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat baik untuk terus dihidupkan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya," katanya.
Ia mengatakan khitanan massal tidak hanya memiliki nilai kesehatan, tetapi juga membantu keluarga prasejahtera yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dan memastikan anak-anak mendapatkan layanan yang layak dan nyaman.
Baca juga: Baznas dan BI DKI Jakarta gelar khitanan massal bagi anak kurang mampu
Ia menilai sinergi antara Baznas, pesantren, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat program sosial dan keagamaan.
"Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat. Ketika lembaga zakat seperti Baznas, pesantren, komunitas, dan para dermawan bergerak bersama, maka manfaat yang dihasilkan akan jauh lebih besar dan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat," ujarnya.
Baznas RI berkomitmen mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah agar dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui berbagai program strategis.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap amanah zakat yang dititipkan masyarakat dapat kembali kepada umat dalam bentuk program-program yang bermanfaat dan memberikan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan," kata dia.
Baznas akan terus hadir membantu para santri di pesantren, terutama mereka yang berstatus yatim dan berasal dari keluarga dhuafa, melalui berbagai program pendidikan, sosial, dan kemanusiaan.
"Anak-anak yatim dan dhuafa adalah bagian generasi penerus bangsa yang perlu mendapatkan perhatian dan dukungan. Dengan memberikan kebahagiaan, pendidikan, serta pendampingan yang baik, kita sedang menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi mereka," demikian Neyla Saida Anwar.
Baca juga: Wujud nyata komitmen ESG, Pegadaian gelar khitanan massal 2026 bagi 500 anak
Baca juga: Baznas-PMI Sulsel gelar khitanan massal bagi keluarga prasejahtera
Pimpinan Baznas RI Bidang Pengawasan dan Pengendalian, Neyla Saida Anwar, dalam keterangan di Jakarta, Jumat, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan sosial dan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan keluarga dhuafa.
Kegiatan yang digelar pada Kamis (25/6) tersebut, diikuti ratusan anak berasal dari keluarga kurang mampu dari sejumlah wilayah di Jabodetabek. Selain mendapatkan layanan khitanan gratis, para peserta juga menerima santunan sebagai bentuk kepedulian terhadap anak yatim dan keluarga dhuafa bertepatan dengan bulan Muharram.
"Kami bersyukur dapat menjadi bagian dari kegiatan yang penuh keberkahan ini. Muharram menjadi bulan yang identik dengan kepedulian terhadap anak yatim. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat baik untuk terus dihidupkan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya," katanya.
Ia mengatakan khitanan massal tidak hanya memiliki nilai kesehatan, tetapi juga membantu keluarga prasejahtera yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dan memastikan anak-anak mendapatkan layanan yang layak dan nyaman.
Baca juga: Baznas dan BI DKI Jakarta gelar khitanan massal bagi anak kurang mampu
Ia menilai sinergi antara Baznas, pesantren, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat program sosial dan keagamaan.
"Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat. Ketika lembaga zakat seperti Baznas, pesantren, komunitas, dan para dermawan bergerak bersama, maka manfaat yang dihasilkan akan jauh lebih besar dan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat," ujarnya.
Baznas RI berkomitmen mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah agar dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui berbagai program strategis.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap amanah zakat yang dititipkan masyarakat dapat kembali kepada umat dalam bentuk program-program yang bermanfaat dan memberikan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan," kata dia.
Baznas akan terus hadir membantu para santri di pesantren, terutama mereka yang berstatus yatim dan berasal dari keluarga dhuafa, melalui berbagai program pendidikan, sosial, dan kemanusiaan.
"Anak-anak yatim dan dhuafa adalah bagian generasi penerus bangsa yang perlu mendapatkan perhatian dan dukungan. Dengan memberikan kebahagiaan, pendidikan, serta pendampingan yang baik, kita sedang menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi mereka," demikian Neyla Saida Anwar.
Baca juga: Wujud nyata komitmen ESG, Pegadaian gelar khitanan massal 2026 bagi 500 anak
Baca juga: Baznas-PMI Sulsel gelar khitanan massal bagi keluarga prasejahtera





