Perda Sudah Disahkan, Pramono Yakin Kabel Ruwet di Jakarta Segera Ditertibkan

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah tegas dalam membenahi semrawutnya kabel udara. Penataan ini kini telah memiliki payung hukum baru untuk penurunan kabel-kabel ke bawah tanah.

"Kabel ini sekarang sedang dalam penataan karena Perdanya juga sudah saya tanda tangani," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.

Pramono menjelaskan, Peraturan Daerah (Perda) tentang Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) tersebut kini telah resmi diundangkan. Mengingat selama ini proses penurunan kabel dalam tanah terhambat akibat belum adanya landasan regulasi.

Baca Juga :

Pramono: CFD HR Rasuna Said 28 Juni Ditiadakan
Guna mempercepat eksekusi di lapangan, Pemprov DKI Jakarta dipastikan tidak akan berjalan sendiri. Otoritas Balai Kota bergerak dengan menggandeng sejumlah pihak swasta untuk membersihkan koridor-koridor jalan.

"Sekarang dengan itu, apalagi sekarang sudah ada beberapa perusahaan atau entitas swasta yang akan bekerja sama dengan Pemerintah DKI Jakarta untuk penanganan kabel-kabel itu," ujar Pramono.

Melalui kerja sama ini, pemerintah dan swasta akan mulai memindahkan kabel ke bawah tanah. Selain itu, akan dilakukan eksekusi pemotongan terhadap utilitas udara yang terbengkalai. 

Baca Juga :

Pramono Tegaskan Tak Segan Angkut Mobil Mewah Parkir Liar di Senopati
Pramono mengungkapkan, kompleksitas masalah tata kota Jakarta diperparah oleh banyaknya kabel usang yang sudah mati namun tetap dibiarkan menggantung oleh pemiliknya. Oleh karena itu, penegakan Perda SJUT baru diharapkan mampu menjadi solusi.

"Banyak kabel-kabel yang sudah sebenarnya tidak termanfaatkan tetapi pemiliknya tidak tahu karena saking lamanya," pungkas Pramono.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terbongkar, Sikap Agresif Taufik Hidayat hingga Jadi Tersangka
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ini Temuan KPK di Rumah Mbak Cory terkait Kasus Suap Bupati Muara Enim
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Target Program 3 Juta Rumah, Kementerian PKP Sebut Minta Tambah Anggaran Rp 23 T
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Link Resmi Nonton Live Streaming Norwegia vs Prancis via HP, Cek di Sini
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menlu AS sebut negara-Negara Teluk tolak biaya tarif atas Selat Hormuz
• 12 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.