JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat layanan pendidikan di wilayah kepulauan melalui pembangunan yang tidak hanya berfokus pada sarana fisik, tetapi juga peningkatan kualitas guru dan budaya belajar.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan pendidikan bermutu yang menjangkau seluruh anak Indonesia, termasuk di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.
BACA JUGA:Awal Mula Kasus Razman Nasution hingga Dieksekusi ke Lapas Cipinang, Dipicu dari Perseteruan Hotman Paris
Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, mengatakan pemerintah menerapkan tiga pendekatan utama untuk mempercepat pemerataan mutu pendidikan.
“Pendekatan pertama adalah pembangunan infrastruktur fisik melalui revitalisasi satuan pendidikan. Pada 2025, Kemendikdasmen telah merevitalisasi 16.167 sekolah dan ke depan akan diprioritaskan untuk daerah 3T, wilayah terdampak bencana, serta sekolah yang mengalami kerusakan,” ujar Yudhistira, di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.
Selain revitalisasi, pemerintah juga menjalankan program digitalisasi pembelajaran melalui distribusi interactive panel untuk mendukung pembelajaran yang lebih mendalam, bermakna, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik.
BACA JUGA:Alasan Pajero Sport Tetap Jadi SUV Favorit Keluarga, Efisien untuk Harian hingga Petualangan Bersama Keluarga
Menurut Yudhistira, dua pendekatan lainnya ialah penguatan infrastruktur pedagogis melalui peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, serta pembangunan budaya sekolah yang ditopang implementasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan terciptanya lingkungan belajar yang aman serta nyaman.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Thohari, mengatakan tantangan geografis tidak mengurangi komitmen pemerintah menghadirkan layanan pendidikan yang merata.
Saat ini, pihaknya melayani 44 sekolah negeri, sembilan sekolah swasta, serta tujuh madrasah melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama.
BACA JUGA:Kejagung Perpanjang Penahanan Dadan Hindayana Cs 40 Hari ke Depan, Begini Alasannya!
“Kami ingin memastikan setiap anak di Kepulauan Seribu memperoleh hak pendidikan yang sama. Karena itu, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar di kelas, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk berekspresi, berkreasi, dan membangun kepercayaan diri melalui kegiatan seperti Ruang Seni Siswa,” kata Thohari.
Ia menegaskan, sekolah di Kepulauan Seribu harus menjadi kanvas belajar yang mampu membentuk potensi setiap peserta didik sekaligus mencetak generasi unggul sebagai masa depan Jakarta.





