Tantri KOTAK Ungkap Awal Mula Jadi Korban Penipuan, Kerugian Capai Rp10 Miliar

tabloidbintang.com
2 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Vokalis grup band KOTAK, Tantri Syalindri Ichlasari, membagikan kronologi dugaan penipuan yang menimpanya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, Tantri menjelaskan bagaimana hubungan pertemanannya dengan terduga pelaku hingga akhirnya berujung pada kerja sama bisnis yang kini menjadi polemik.

Melalui sejumlah foto, tangkapan layar percakapan, dan tulisan panjang, perempuan berusia 36 tahun itu mengungkap bahwa ia mulai mengenal terduga pelaku sejak 2021. Keduanya dipertemukan karena anak mereka bersekolah di tempat yang sama.

Seiring waktu, hubungan mereka semakin dekat. Tantri mengaku menganggap pelaku sebagai teman yang selama ini saling mendukung ketika menghadapi berbagai kesulitan.

“Aku mengenalmu sejak sekitar tahun 2021 karena anak-anak kita bersekolah di tempat yang sama. Selama ini aku mengenalmu sebagai teman yang baik. Kita saling membantu dan saling mendukung saat ada kesulitan,” tulis Tantri.

Pada 2025, pelaku menawarkan kerja sama bisnis berupa penyertaan modal untuk pembelian produk. Tantri mengaku sempat menolak karena memiliki prinsip untuk tidak mencampurkan urusan pertemanan dengan bisnis maupun keuangan.

"Di tahun 2025, kamu menawarkan sebuah kerja sama yang kamu jalankan. Bisnis ini berupa modal pembelian produk. Awalnya aku ragu karena khawatir urusan bisnis akan memengaruhi pertemanan,” ucapnya.

Meski demikian, rasa percaya yang telah terbangun selama bertahun-tahun membuat Tantri akhirnya menerima tawaran tersebut.

“Dalam prinsip hidupku, urusan bisnis dan uang aku sangat berhati-hati sekali. Namun karena kepercayaan yang sudah terbangun dan pengalaman yang selama ini berjalan lancar, aku akhirnya luluh juga,” tutur Tantri.

Menurut Tantri, kerja sama itu berjalan tanpa kendala selama kurang lebih satu tahun. Situasi berubah setelah transaksi terakhir pada 19 Juni 2026. Sejak saat itu, nomor telepon maupun akun media sosial pelaku tidak lagi dapat dihubungi.

“Sejak saat itu, puluhan orang lainnya berusaha mencari kabarmu. Kami saling berkomunikasi dalam panik dan putus asa. Rumahmu kami datangi, keluarga dan orang tuamu angkat tangan,” ujarnya.

Setelah kisahnya ramai diperbincangkan di media sosial, Tantri mengaku menerima banyak laporan dari orang-orang yang mengaku mengalami kejadian serupa. Ia bahkan menyebut salah satu korban merupakan anggota keluarganya sendiri.
Tantri berharap pelaku bersedia muncul dan memberikan penjelasan kepada seluruh pihak yang telah mempercayainya.

“Aku berharap kamu datang, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, dan memberikan kejelasan kepada orang-orang yang selama ini telah menaruh kepercayaan dengan mati-matian sama kamu,” kata Tantri.

Saat ini, Tantri bersama para korban lain masih mengumpulkan data dan saling berkoordinasi. Berdasarkan informasi yang diterimanya, total kerugian yang diklaim para korban diperkirakan mencapai Rp10 miliar, meski angka tersebut masih dalam tahap verifikasi.

“Menurut informasi yang saya peroleh, saya menduga orang yang dirugikan tidak hanya saya, karena itu kami semua intens berkomunikasi. Total kerugian yang diklaim para pihak tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar, yang tentunya masih memerlukan verifikasi lebih lanjut,” tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejari Siak Tetapkan Tiga Pejabat Pengadaan Tersangka Kasus Pemerasan Proyek
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bahlil Bakal Bahas Harga Gas Industri dengan PGN
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Dua Kapal LNG Qatar Kembali Melintasi Selat Hormuz, Aktivitas Pelayaran Mulai Pulih
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Stimulus Tarif selama Libur Sekolah, Harga Tiket Ketapang - Gilimanuk Diskon 21,9%
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Polisi Sebut Penjual Air Gun di Jakut Punya Keahlian Modifikasi Senjata
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.