Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis

okezone.com
4 jam lalu
Cover Berita

MADRID - Gelombang panas hebat yang melanda Eropa dikaitkan dengan meningkatnya jumlah kematian yang dicatat di berbagai negara di Benua Biru tersebut. Angka tertinggi dilaporkan di Spanyol yang memperkirakan lebih dari 200 kematian terkait panas hanya dalam empat hari dan banyak kematian dilaporkan di Prancis.

Dilansir TRT, gelombang panas yang memecahkan rekor telah melanda sebagian besar Eropa sejak awal pekan ini. Menurut perkiraan sebuah lembaga publik, sebanyak 212 kematian terjadi di Spanyol antara Minggu (21/6/2026) dan Rabu (24/6/2026).

Sistem pemantauan MoMo mengumpulkan statistik kematian harian di Spanyol dan membandingkannya dengan tingkat yang diprediksi berdasarkan catatan historis. Sistem ini juga menggabungkan faktor eksternal, seperti data cuaca dari badan cuaca nasional AEMET, untuk menilai kemungkinan penyebab lonjakan angka kematian.

Baca Juga :
Gelombang Panas Mematikan Landa India, 2 Guru Meninggal karena Sengatan Matahari

Data tersebut mencatat angka kematian berlebih sebanyak 98 kematian untuk empat hari yang sama pada tahun 2025, selama musim panas terpanas yang pernah tercatat di negara yang berada di garis depan perubahan iklim.

Jumlah kematian terkait panas di Spanyol antara 16 Mei dan 30 September tahun lalu mencapai 3.832, peningkatan 87,6 persen dari periode yang sama pada tahun 2024, menurut data MoMo.

Spanyol daratan minggu ini mencatat suhu rata-rata harian tertinggi di bulan Juni setidaknya sejak tahun 1950, dengan angka 28,08°C pada Senin (22/6/2026) diikuti oleh 28,17°C pada Selasa (23/6/2026).

Baca Juga :
Gelombang Panas Menyengat Landa Australia, Suhu Mencapai Hampir 50 Derajat Celsius

Kedua hari tersebut juga menandai suhu minimum rata-rata tertinggi untuk bulan Juni sejak tahun 1950, dengan 20,14°C tercatat pada Senin dan 19,81°C pada Selasa. Fenomena yang disebut "malam tropis" ini membuat tidur menjadi sulit dan dapat mengancam kesehatan masyarakat.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harry Kane Minta Publik Tak Panik, Inggris Tetap Aman Meski Gagal Kalahkan Ghana
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bayang-bayang Tragedi di Barak Calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Hajatan Tradisi Budaya Kepulauan Seribu 2026 Diharapkan Lestarikan Budaya dan Dongkrak Ekonomi Masyarakat
• 22 jam lalupantau.com
thumb
8 Negara Bersatu Melawan China, Beri Peringatan ke Seluruh Dunia
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kaesang Pangarep Tiba di Lampung, Siap Dampingi Jokowi Blusukan 3 Hari
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.