Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat (26/6), seiring tekanan yang terjadi di seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sentimen negatif juga membayangi bursa saham kawasan Asia yang mayoritas berakhir di zona merah.
IHSG ditutup turun 1,72% atau 103,36 poin ke level 5.896 pada akhir perdagangan hari ini. Pelemahan terjadi secara merata di seluruh sebelas sektor yang tercatat di BEI.
Aktivitas perdagangan mencatatkan volume transaksi sebanyak 12,73 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 12,73 triliun. Sebanyak 123 saham menguat, 562 saham terkoreksi, dan 129 saham bergerak stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp 10.324 triliun.
Sektor bahan baku menjadi penekan utama IHSG setelah anjlok 4,19%. Salah satu saham yang membebani sektor ini adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang turun 7,28% menjadi Rp 1.465 per saham.
Tekanan jual juga terjadi di bursa saham regional. Indeks Nikkei Jepang merosot 4,15%, Shanghai Composite terkoreksi 2,26%, Straits Times melemah 0,52%, dan Hang Seng turun 1,76%.
Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham masih mampu mencatatkan kenaikan signifikan. Pelemahan serentak di pasar domestik dan regional menunjukkan tingginya tekanan jual yang membayangi pasar saham menjelang penutupan pekan ini.
- PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) naik 14,71% menjadi Rp 78 per saham.
- PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) menguat 7,88% menjadi Rp 5.200 per saham.
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 2,49% menjadi Rp 6.175 per saham.
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) turun 13,12% menjadi Rp 6.125 per saham.
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) merosot 10,73% menjadi Rp 1.040 per saham.
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melemah 6,13% menjadi Rp 306 per saham.




