Jakarta: Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjalankan program waste to energy atau pengelolaan sampah menjadi energi listrik. Program waste to energy merupakan salah satu program utama pemerintah yang bertujuan mempercepat penanganan persoalan sampah nasional.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai pengelolaan sampah menjadi indikator penting bagi kemajuan suatu negara. Terlebih teknologi waste to energy mengubah sampah menjadi energi listrik telah banyak diterapkan di berbagai negara lain.
"Beliau (Presiden Prabowo Subianto) mengatakan, tidak mungkin kita bisa jadi negara maju kalau kita mengurus sampah saja tidak bisa," kata Zulhas, biasa dia disapa, dalam program Headline News Metro TV, Jumat, 26 Juni 2026.
Baca Juga :
Pemerintah, kata Zulhas, menargetkan penyelesaian sebagian besar persoalan sampah, pada 2027. Sedangkan pengoperasian fasilitas waste to energy pertama berbasis insinerator ditargetkan pada Oktober 2026.
Jika seluruh program berjalan sesuai rencana, pemerintah optimistis hingga akhir 2029, 80 persen masalah sampah nasional dapat teratasi sekaligus mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, sehat, aman, dan indah.
"InsyaAllah 2027, kita akan selesaikan separuh. Pada 2028, Bantar Gebang dan lain-lain akan kami selesaikan," ucap Zulhas.




