-
-
-
-
-
Cuaca ekstrem berupa panas terik matahari, tidaklah hanya sebatas gerah dan memancing keringat yang jatuh bercucuran. Tetapi juga, membawa ancaman kesehatan serius yang berpotensi membuat penderita kehilangan kesadaran atau pingsan. Dalam berbagai contoh besar, beberapa penderita bahkan sampai harus kehilangan nyawa.
Ya, di balik teriknya matahari, terdapat dua ancaman kesehatan, yakni Heat Exhaustion serta Heat Stroke. Mirisnya, dua ancaman kesehatan itu banyak tidak dikenali oleh masyarakat sebelum terlambat. Menurut dr. Ngabila Salama selaku praktisi kesehatan masyarakat, Heat Exhaustion dan Heat Stroke yang serius, mampu merenggut nyawa penderitanya. Bukan dalam hitungan hari apalagi pekan, namun hitungan jam saja.
"Heat Exhaustion sampai Heat Stroke yang bisa menyebabkan kematian dalam hitungan menit sampai jam" ucap dr. Ngabila Salama dalam video yang diunggah kanal Youtube Cumicumi (20/06/2026)
Dua kondisi kesehatan itu bernama Heat Exhaustion dan Heat Stroke, sejatinya bukanlah dua kondisi yang berbeda. Melainkan, dua tahap yang berbeda. Heat Exhaustion merupakan tahap pertama, tepatnya ketika tubuh mulai kelelahan mengatur suhu internal. Bila Heat Exhaustion tidak ditindak secara cepat, tubuh pun memasuki tahap Heat Stroke. Yakni, ketika suhu tubuh melonjak dengan ekstrem dan nadi berdenyut dengan cepat. Kondisi mulai parah, ketika penderita mulai kehilangan kesadaran. Dalam momen itulah, ancaman hilangnya nyawa kerap terjadi.
"Awalnya dia dehidrasi dulu yang tidak bisa diatasi, tidak dikenali, lalu mulai kebingungan Heat Exhaustion baru ke Heat Stroke akhirnya meninggal" sambungnya
Menangani penderita ketika terkena serangan terik matahari itu, harus dilakukan secara cepat. Pertama, dengan membawa mereka ke tempat yang cenderung lebih dingin. Bila perlu, basahi tubuhnya menggunakan air dingin. Tak kalah penting, memberikan cairan infus untuk menangani dehidrasi yang biasanya ikut terjadi.
"Langkah yang harus kita lakukan tentunya segera bawa orang itu ke tempat adem. Kalau bisa di AC, guyur kalau perlu dengan es batu. atau air dingin pasang akses infus segera agar dia terhidrasi karena kan dia dehidrasi kurang cairan. harus kita guyur bahasanya dengan cairan" jelasnya.
Bagaikan memberikan tips dan trik kepada masyrakat, untuk menjaga kesehatan di tengah fenomena iklim yang tak menentu seperti sekarang ini. Hal yang paling utama ditekankan oleh dr. Ngabila, adalah konsumsi air putih yang lebih banyak dari biasanya. Tepatnya, satu liter lebih banyak dari sebelumnya.
"Pastikan kita minum sebelum haus. Itu yang penting. Kalau biasanya kita minum 2 sampai 3 liter per hari dengan kita lagi kemarau, ekstrem atau beraktivitas di luar gedung bisa 3 sampai 4 liter per hari. Naik sekitar 1 liter" tambahnya





