Sifat Asli Taufik Hidayat Terbongkar, Mantan Atasan dan Ketua RT Sempat Tak Percaya Pelaku Sadis pada Korban Penyekapan

grid.id
1 hari lalu
Cover Berita

Grid.ID - Sifat asli Taufik Hidayat kini terbongkar. Mantan atasan sampai ketua RT mengaku sempat tak percaya pelaku sadis pada korban penyekapan.

Sosok Taufik Hidayat, terduga pelaku kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR (29), wanita asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, disebut tidak pernah menunjukkan perilaku mencurigakan selama bekerja maupun saat berada di lingkungan tempat tinggalnya.

Baru-baru ini, sifat asli Taufik Hidayat terbongkar. Mantan atasan sampai ketua RT sempat tak percaya jika pelaku sadis pada korban penyekapan.

Hal itu diungkapkan oleh mantan atasannya, Dadang Ahyar Ismail (53). Di mana, TH pernah bekerja dengannya pada tahun 2023 hingga 2024. Menurutnya, selama menjadi rekan kerjanya, TH dikenal sebagai pegawai biasa seperti pada umumnya.

"Dia memang kerja bareng saya itu 2023 sampai 2024. Pertama kali kerja tahun 2023 itu di Baleendah, lalu pindah 2024 di Pacet. Tapi 2025, dia kerja di tempat lain. Saya tidak tahu," ujarnya, dikutip dari TribunJabar.id.

"Saat kerja dengan saya, sama saja dengan pegawai yang lain. Biasa saja tidak ada hal yang janggal. Dia bekerja dengan tugasnya masing-masing sesuai tugas yang diberikan. Lalu karakter sehari-harinya juga biasa saja, normal," katanya.

Sebelumnya, peristiwa ini berawal ketika YTR, seorang perempuan asal Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, diduga disekap dan mengalami penganiayaan selama tiga tahun oleh kekasihnya, Taufik Hidayat. YTR terakhir diketahui tinggal bersama TH di sebuah kontrakan di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Korban kemudian dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSHS Bandung dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Di sisi lain, keterangan serupa juga disampaikan oleh Ketua RT 05/RW 07 Kampung Tegalame, Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Abdul Ghani Jalalludin (37), yang merupakan tetangga TH sejak kecil.

Ghani mengaku sempat tidak percaya saat mengetahui TH dikaitkan dengan dugaan kasus penyekapan dan penganiayaan tersebut. Menurutnya, selama tinggal di kampung, sosok TH sejak kecil tidak menunjukkan perilaku yang mencurigakan.

"Kehidupan sehari-harinya waktu masih sekolah ya biasa saja. Ngaji di madrasah, sekolah biasa. Kalau berbuat onar kayaknya enggak. Paling namanya anak-anak suka bercanda. Jadi normal saja, enggak ada yang aneh," ucapnya.

 

Sebelumnya, TH telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat terkait dugaan kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR, perempuan asal Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Pelarian Taufik Hidayat (30), yang merupakan tersangka utama dalam kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap YTR (29), warga Rancaekek, Kabupaten Bandung, akhirnya berakhir. Bahkan, belum genap satu hari sejak resmi masuk daftar buronan, pelaku sudah berhasil diamankan oleh aparat kepolisian.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah korban ditemukan dalam kondisi luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah sempat melarikan diri selama beberapa hari, TH akhirnya memutuskan untuk menyerahkan diri kepada pihak berwajib.

Selanjutnya, YTR (29), korban dugaan penyekapan dan penganiayaan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengungkapkan rasa lega setelah Taufik Hidayat (30) berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian. Taufik diduga melakukan penyekapan serta penganiayaan terhadap YTR selama bertahun-tahun di sebuah kamar kos di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Penangkapan tersebut membuat YTR merasa lebih tenang karena pria yang selama ini diduga melakukan kekerasan terhadap dirinya tidak lagi berkeliaran bebas. Dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @ErniitsMe dan kemudian dibagikan ulang oleh Dedi Mulyadi, YTR menyampaikan rasa syukur setelah mengetahui pelaku telah diamankan aparat kepolisian.

"Alhamdulillah sekali, saya jadi senang lagi, saya bahagia lagi karena dia sudah tertangkap," ujar YTR dengan nada penuh kelegaan.

Meski merasa lega, YTR meminta aparat penegak hukum memberikan hukuman berat kepada Taufik.

"Saya berharap dia dihukum seberat mungkin, biar dia ngerasain apa yang saya alami," tegas YTR.

Bagi YTR, penangkapan Taufik Hidayat menjadi titik awal untuk memperjuangkan keadilan setelah rentetan kekerasan yang dialaminya dalam waktu lama. Perempuan asal Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, itu berharap proses hukum dapat berjalan secara tegas dan tanpa pandang bulu.

YTR menegaskan keinginannya agar pelaku mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya di hadapan hukum. Ia juga berharap vonis yang dijatuhkan nantinya setimpal dengan penderitaan yang ia alami selama masa penyekapan dan penganiayaan.

YTR turut menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang membantu mengungkap kasus tersebut. Secara khusus, ia mengucapkan terima kasih kepada Dedi Mulyadi serta jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat atas peran mereka dalam penanganan kasus ini.

 

"Terima kasih banyak kepada Pak Dedi Mulyadi dan Pak Kapolda Jabar yang sudah membantu menangkap pelaku," ucapnya.

Ucapan terima kasih itu disampaikan setelah Taufik tidak lagi berstatus buron. Bagi YTR dan keluarganya, penangkapan tersebut menjadi langkah penting setelah kasus ini menyita perhatian publik. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Mendagri Buka Festival Fulan Fehan 2026, Tampilkan Tari Persahabatan Dua Negara
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Popok Bayi Kembali Dilaporkan Mengandung Formamida, Warga Tiongkok Berbondong-bondong Memborong di Hong Kong
• 18 jam laluerabaru.net
thumb
Safari Politik Jokowi di Lampung, Mampukah Mendongkrak Dukungan untuk PSI pada Pemilu 2029?
• 18 jam lalukompas.id
thumb
Erling Haaland Absen saat Norwegia Dihajar Prancis 1-4, Solbakken Bela Diri
• 14 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.