Meski tidak lagi menjabat sebagai Presiden, kedatangan Joko Widodo ke Lampung masih disambut hangat oleh ribuan warga. Antusiasme warga yang memadati sejumlah lokasi kunjungan hingga pemberian gelar adat, memberi isyarat bahwa Presiden ke-7 RI itu masih memiliki popularitas dan kedekatan dengan berbagai kalangan masyarakat di Lampung.
Lantas, seberapa besar pengaruh popularitas Jokowi terhadap elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia atau PSI pada pemilu 2029 mendatang?
Jokowi memulai safari politik bersama PSI di Lampung, Jumat (26/6/2026). Selama tiga hari berada di Lampung, Jokowi dijadwalkan mengunjungi lima kabupaten/kota, yakni Kabupaten Mesuji, Tulang Bawang, Pesawaran, Lampung Timur, dan Bandar Lampung.
Jokowi tiba di Bandara Radin Inten II, Kabupaten Lampung Selatan, pada Jumat siang. Kedatangannya disambut pengurus PSI dari sejumlah kabupaten dan kota di Lampung serta ratusan sukarelawan dan pendukung. Dalam kunjungan itu, Jokowi mengenakan kemeja putih berlogo PSI, celana hitam, dan topi putih berlogo PSI.
Dari bandara, Jokowi bertolak ke Kabupaten Mesuji melalui Jalan Tol Trans-Sumatera untuk memulai rangkaian safari politik. Di tengah perjalanan, Jokowi bersama rombongan sempat singgah di salah satu Rest Area KM 116 A, Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, untuk beristirahat dan sholat Jumat.
Di sana, Jokowi menyapa para pengguna jalan tol. Ia juga makan siang di salah satu warung yang ada di rest area. Kedatangan Jokowi disambut puluhan warga yang berebut meminta berfoto bersama.
Jalan Tol Trans-Sumatera, yang menghubungkan Lampung hingga Aceh, memang merupakan infrastruktur yang dibangun pada era kepemimpinan Jokowi.
“Saya sangat senang dan bersyukur Pak Jokowi bisa mampir dan makan di sini. Ini menjadi kehormatan bagi kami,” kata Aura, pemilik warung makan yang disinggahi Jokowi. Aura merupakan salah satu warga yang mendapat berkah dari program pembangunan jalan tol tersebut.
Di Kabupaten Mesuji, Jokowi menghadiri Rapat Kordinasi Daerah PSI yang digelar di lapangan Desa Wirabangun, Kecamatan Simpang Pematang. Jokowi memberi sambutan di hadapan ribuan kader PSI. Jokowi mengatakan, dia memulai safari politik ke Lampung karena rasa cintanya pada masyarakat Lampung tidak pernah luntur.
Berdasarkan catatan Kompas, saat menjabat sebagai Presiden, Jokowi memang berulang kali berkunjung ke Lampung. Kunjungan kerja Jokowi meliputi berbagai kegiatan peninjauan proyek strategis nasional, seperti jalan tol dan bendungan, hingga memperbaiki jalan rusak di Lampung.
Saat berpidato, Jokowi mengapresiasi jajaran pengurus PSI Mesuji yang sudah memiliki struktur kepengurusan hingga tingkat desa. “Pekerjaan berikutnya adalah bagaimana struktur itu hidup dan bekerja. Apa artinya hidup dan bekerja? Artinya, bapak-ibu pengurus harus selalu dekat dengan masyarakat, bukan hanya saat menjelang pemilu,” kata Jokowi dalam siaran langsung Kompas TV.
Ia meminta para pengurus hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari pengajian, pesta pernikahan, hingga membantu warga yang menghadapi persoalan. Jokowi mengibaratkan langkah itu sebagai upaya menanam kedekatan yang hasilnya dapat ”dipanen” pada Pemilu 2029. ”Di tahun 2029, kita lihat nanti di Provinsi Lampung, khususnya di Kabupaten Mesuji, PSI bisa,” ucapnya.
Dari Mesuji, Jokowi melanjutkan safari politik untuk menghadiri Rakorda PSI di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Jumat sore. Kedatangan Jokowi juga disambut antusias oleh ribuan warga dan sukarelawan PSI dengan menggelar karnaval gajah.
Gajah memang menjadi simbol partai yang diketuai oleh Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi. Gajah juga merupakan satwa yang menjadi ciri khas Lampung.
Pada Sabtu (27/6/2026), Jokowi mendapat gelar adat kehormatan “Baginda Pemuka Bangsa” dari para tokoh masyarakat adat Lampung. Prosesi pemberian gelar adat untuk Jokowi digelar di Kedatun Keagungan yang terletak di Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung.
Pemberian gelar adat kehormatan untuk Jokowi itu dilakukan melalui berbagai prosesi, mulai dari musyawarah keluarga, pengambilan air suci, hingga ritual sakral menaiki singgasana atau dikenal dengan istilah cakak pepadun.
Saat menerima gelar kehormatan, Jokowi yang mengenakan pakaian adat Lampung bernuasa kuning, berterima kasih pada tokoh masyarakat Lampung. Dia merasa bangga dan terhormat mendapat gelar tersebut. Jokowi juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan merawat budaya daerah.
“Saya sangat menghargai, sangat-sangat menghormati kebudayaan, ini harus terus kita rawat, terus kita pelihara semuanya. Semoga kebudayaan ini akan terus, diteruskan oleh anak cucu kita,” kata Jokowi.
Tokoh masyarakat adat Lampung Mawardi Harirama yang bergelar Sultan Seghayu Dipuncak Nur, mengatakan, gelar adat itu diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kiprah Jokowi yang memimpin Indonesia selama sepuluh tahun. Di balik gelar adat itu terselip doa-doa bagi keselamatan dan kebaikan Jokowi.
“Baginda Pemuka Bangsa itu tanda penghormatan beliau sebagai Presiden ke-7, sebagai pemuka bangsa,” kata Mawardi.
Pemberian gelar adat untuk Jokowi digelar secara terbatas dan tidak terbuka bagi masyarakat umum. Puluhan warga yang tidak bisa menyaksikan langsung prosesi itu pun rela menunggu Jokowi di pinggir jalan sekitar Kedatun Keagungan.
Saat kendaraan yang ditumpangi Jokowi keluar dari rumah adat Lampung tersebut, puluhan warga berusaha menyapa dan memanggil-manggil nama Jokowi. “Pak Jokowi, Pak Jokowi,” ucap sejumlah warga.
Jokowi yang berada di dalam mobil membuka kaca jendela sambil mengulurkan tangan, serta memberikan beberapa kaus. Warga pun berebut untuk mendapatkannya.
Usai mengikuti kegiatan pemberian gelar adat, Jokowi melanjutkan agenda safari politik. Ia menghadiri Rakorda PSI Bandar Lampung.
Dari sana, Jokowi kemudian bertolak ke Kabupaten Pesawaran untuk mengunjungi Museum Transmigrasi di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Safari politik Jokowi ditutup dengan kunjungan ke Kabupaten Lampung Timur, Minggu (28/6/2026).
Ketua Dewan Pimpinan Daerah PSI Bandar Lampung Randy Aditya Gumay mengatakan, kedatangan Jokowi menjadi penyemangat bagi kader PSI di Lampung. Menurut dia, kunjungan tersebut merupakan bagian dari safari politik sekaligus ajang silaturahmi dengan sukarelawan dan masyarakat. ”Kami berharap, kunjungan ini membawa semangat positif dan mempererat silaturahmi dengan masyarakat,” ujar Randy.
Pengamat politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung, Robi Cahyadi Kurniawan, menilai bahwa safari politik Jokowi di Lampung merupakan bagian dari upaya mempersiapkan Pemilu 2029.
Sebagai partai yang gagal melampaui ambang batas parlemen pada Pemilu 2024, menurut Robi, PSI membutuhkan figur Jokowi untuk merawat basis pendukungnya. Langkah itu juga dinilai berkaitan dengan upaya Jokowi menjaga keberlanjutan pengaruh politik keluarganya, termasuk mendorong Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep di panggung politik nasional.
”Jokowi perlu turun langsung untuk merawat konstituennya pada pemilu lalu dan memastikan PSI lolos ambang batas parlemen, sekaligus melanggengkan pengaruh politik keluarganya dengan mengangkat Gibran dan Kaesang di panggung politik nasional. Kunjungan Jokowi jelas merupakan upaya pelanggengan kekuasaan dan dinasti politik Solo,” tutur Robi.
Menurut dia, kunjungan Jokowi ke kawasan transmigran bersama PSI merupakan bagian dari konsolidasi partai untuk menghimpun dukungan masyarakat. Lampung dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu lumbung suara dengan mayoritas penduduk bersuku Jawa.
Pemilihan Mesuji dan Tulang Bawang sebagai lokasi Rakorda PSI juga dinilai memiliki pesan politik. Kedua daerah tersebut merupakan kawasan transmigrasi yang didominasi masyarakat Jawa.
Karena itu, kunjungan Jokowi ke wilayah tersebut dapat dibaca sebagai upaya mengonsolidasikan dukungan di kantong-kantong transmigran di perdesaan maupun wilayah pinggiran. ”Ini mengesankan bahwa lumbung pendukung Jokowi adalah etnis Jawa, berkaitan dengan latar belakang etnis Jokowi yang berasal dari Solo,” ujarnya.
Meski demikian, Robi menilai, kunjungan Jokowi belum tentu berdampak signifikan terhadap peningkatan elektabilitas PSI ataupun figur-figur yang diusung partai tersebut. Menurut dia, persepsi publik terhadap calon yang akan diusung serta dinamika politik menjelang Pemilu 2029 tetap menjadi faktor yang menentukan.
Dalam konteks politik keluarga Jokowi, perjalanan politik Gibran di tingkat nasional, menurut Robi, tidak terlepas dari kontroversi putusan Mahkamah Konstitusi yang memicu perdebatan mengenai etika dan praktik demokrasi. Selain itu, publik juga masih menyoroti kualitas kepemimpinan Gibran sebagai wakil presiden.
Ia juga berpandangan bahwa basis pemilih di Lampung belum tentu mengikuti arah politik Jokowi. Selama ini, basis pemilih di Lampung dinilai cenderung tetap loyal kepada PDI Perjuangan. Hal itu tercermin pada Pemilu 2024 ketika PDI-P tetap menjadi pemenang pemilu legislatif di Lampung meskipun Jokowi tidak lagi berada dalam barisan politik partai tersebut.
Antusiasme warga menyambut kedatangan Jokowi menunjukkan bahwa Presiden ke-7 RI itu masih memiliki popularitas yang cukup tinggi. Pertanyaannya, apakah modal popularitas itu cukup kuat untuk mengubah peta dukungan politik masyarakat di Lampung, dari basis pemilih partai banteng beralih ke partai gajah pada pemilu 2029?





