BEKASI, KOMPAS.com – Pelaku utama dalam kasus tewasnya dua pemuda berinisial DORJ dan FBP yang jasadnya ditemukan di dalam selokan di Jalan Raya Mustikajaya, Kota Bekasi, merupakan residivis kasus begal.
"KFA merupakan otak pelaku dalam kasus ini. Yang bersangkutan merupakan mantan residivis pelaku begal dan sudah menjalani hukuman empat tahun penjara," ujar Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro dalam konferensi pers, Jumat (26/6/2026).
Baca juga: Polisi Tangkap 5 Pembunuh Dua Pemuda di Selokan Bekasi, 2 Masih Buron
Hasil penyelidikan menunjukkan, para pelaku tidak sekadar berniat tawuran, melainkan memiliki tujuan untuk menguasai kendaraan korban.
"Modus yang digunakan pelaku yaitu dengan terlihat seolah-olah tawuran, namun ada maksud terselubung yaitu mengincar barang atau sepeda motor milik lawan," jelas dia.
Dugaan tersebut diperkuat dengan hilangnya dua sepeda motor milik korban setelah aksi pengeroyokan.
Berdasarkan pemeriksaan terhadap para tersangka, kendaraan tersebut rencananya akan dijual.
"Berdasarkan pengakuan salah satu pelaku, sepeda motor tersebut rencananya akan dijual. Mereka juga mengaku pernah melakukan tindakan serupa sebelumnya," kata Kusumo.
Kronologi kejadianKusumo menjelaskan, peristiwa itu bermula dari kesepakatan tawuran melalui media sosial antara kelompok Timur Everybody dan Gasruk Mentality.
Kedua kelompok sepakat bertemu di kawasan Jalan MGT Blok R11, Kelurahan Mustikajaya, tepatnya di sekitar jembatan Perumahan Mutiara Gading Timur, Jumat (19/6/2026) dini hari.
Baca juga: Kronologi 2 Pemuda Tewas di Selokan Bekasi: Diduga Tawuran, 4 Remaja Ditangkap
Namun, kelompok Gasruk Mentality memilih membatalkan tawuran setelah mengetahui jumlah lawan lebih banyak. Mereka kemudian berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor.
"Belum sempat terjadi tawuran karena salah satu kelompok memilih melarikan diri. Yang terjadi kemudian adalah pengejaran dan pengeroyokan terhadap para korban," ujar Kusumo.
Pengejaran pertama terjadi di depan Columbus Waterpark.
Saat itu, korban berinisial ZR yang mengendarai sepeda motor Honda Vario bersama seorang rekannya berada di posisi paling belakang rombongan.
"Korban diadang oleh pelaku berinisial ZQ. Korban kemudian diserempet sebelum ditendang oleh pelaku berinisial FD hingga terjatuh dari sepeda motor," ujar Kusumo.
Setelah korban tersungkur, para pelaku langsung mengeroyok menggunakan kayu dan senjata tajam.





