HARIAN.FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Pengabdian PPMU-PK Universitas Hasanuddin Tahun 2026 melaksanakan pelatihan dan implementasi KAREBA TA (Kartu Kreasi Bahasa dan Pariwisata) sebagai media pembelajaran sintaksis bahasa Arab berbasis linguistik modern yang terintegrasi dengan edukasi pariwisata di Aula MAN 2 Bulukumba, 23–24 Juni 2026.
Kegiatan yang diikuti 24 siswa dan dua guru tersebut merupakan bagian dari hilirisasi hasil penelitian dosen melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat PPMU-PK Universitas Hasanuddin Tahun 2026. Program ini bertujuan menghadirkan media pembelajaran inovatif yang mampu membantu siswa memahami sintaksis bahasa Arab melalui pendekatan yang interaktif, kontekstual, dan menyenangkan.
Kepala MAN 2 Bulukumba, Muhammad Anas, membuka kegiatan sekaligus mengapresiasi inisiatif Universitas Hasanuddin dalam menghadirkan inovasi pembelajaran di sekolah.
“Kami menyambut baik program ini karena menghadirkan media pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan dapat menjadi alternatif bagi guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Kami berharap KAREBA TA dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan di MAN 2 Bulukumba,” ujarnya.
Program pengabdian ini diketuai oleh Fitriani dengan anggota Andi Agussalim dan Aqilah Nurul Khaerani Latif. Pelaksanaan kegiatan turut didukung lima mahasiswa Program Studi Bahasa Arab Universitas Hasanuddin sebagai fasilitator, yakni Mutia Aulia, St. Halifa Nur Rida, Khairu Almughni Turungku, Akhdan Nur Syauqi, dan Nagita Nurul Izzah.
Sebelum implementasi media, peserta memperoleh penguatan materi mengenai pemanfaatan teknologi dan inovasi media dalam pembelajaran bahasa Arab yang disampaikan oleh Dr. Andi Agussalim, serta materi edukasi pariwisata sebagai pembelajaran kontekstual yang dibawakan Aqilah Nurul Khaerani Latif.
Materi tersebut menjadi landasan lahirnya KAREBA TA, media pembelajaran yang mengintegrasikan sintaksis bahasa Arab berbasis linguistik modern dengan konten edukasi pariwisata. Melalui media ini, siswa tidak hanya mempelajari struktur bahasa Arab, tetapi juga mengenal destinasi wisata dan kekayaan budaya Indonesia yang disajikan pada setiap kartu pembelajaran.
Pada sesi utama, Fitriani memperkenalkan konsep, filosofi, dan mekanisme penggunaan KAREBA TA. Media ini dirancang untuk mengubah pembelajaran sintaksis yang selama ini dianggap sulit menjadi aktivitas belajar yang aktif melalui berbagai permainan edukatif.
Usai demonstrasi, peserta langsung mengikuti implementasi permainan secara berkelompok dengan pendampingan tim pengabdian dan mahasiswa fasilitator. Mereka menyusun, mengelompokkan, serta menganalisis struktur bahasa Arab melalui berbagai tantangan yang mendorong diskusi, kolaborasi, dan kemampuan berpikir kritis.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias berdiskusi, saling membantu, dan berkompetisi secara sehat menyelesaikan setiap tantangan sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih menyenangkan tanpa mengurangi kedalaman materi.
Ketua Tim Pengabdian, Fitriani, menjelaskan bahwa KAREBA TA dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna.
“Kami ingin menghadirkan media yang tidak hanya membantu siswa memahami sintaksis bahasa Arab, tetapi juga mengenalkan kekayaan pariwisata Indonesia melalui aktivitas belajar yang menyenangkan. Dengan demikian, siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap potensi daerahnya,” jelasnya.
KAREBA TA tidak hanya berupa kartu permainan edukatif, tetapi dikembangkan sebagai paket pembelajaran yang komprehensif. Produk yang dihasilkan terdiri atas lima box kartu pembelajaran dan satu buku panduan implementasi.
Tiga box pada Level 1 memuat kartu berbasis kata untuk memperkuat penguasaan kosakata dan unsur dasar sintaksis bahasa Arab. Sementara dua box pada Level 2 berisi kartu berbasis kalimat yang membantu siswa menganalisis struktur kalimat melalui aktivitas permainan yang lebih kompleks.
Seluruh perangkat dilengkapi buku panduan yang memuat tujuan pembelajaran, langkah penggunaan media, mekanisme permainan, serta alternatif implementasi di kelas. Guru peserta juga memperoleh buku tersebut sehingga dapat menerapkan media secara mandiri setelah kegiatan berakhir.
Apresiasi terhadap KAREBA TA juga datang dari salah seorang guru peserta, Rahmah. “Media ini sangat membantu pembelajaran bahasa Arab karena bukan hanya menyediakan kartu, tetapi juga dilengkapi dengan panduan yang jelas. Metode permainannya sangat interaktif sehingga membuat siswa aktif belajar dan menikmati proses pembelajaran. Saya sangat tertarik untuk menerapkannya di kelas,” ungkapnya.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, Tim Pengabdian Universitas Hasanuddin menyerahkan secara simbolis satu paket lengkap KAREBA TA kepada MAN 2 Bulukumba. Paket tersebut terdiri atas lima box kartu pembelajaran beserta buku panduan implementasi. (*)





