Polres Metro Bekasi Kota menangkap 5 dari 7 orang terkait dua orang tewas di selokan perumahan kawasan Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Polisi mengungkap, para pelaku juga membegal sepeda motor korban tawuran.
"Mereka mengaburkan motifnya seolah-olah ini murni tawuran remaja biasa. Padahal, ada niat jahat terselubung untuk menguasai harta benda lawan," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, Jumat (26/6/2026).
Keributan itu terjadi pada Jumat (19/6) sekitar pukul 04.10 WIB. Dari total 7 pelaku, polisi telah meringkus 5 orang di antaranya, KFA (otak pelaku/residivis begal 4 tahun), RNAF (residivis tawuran), TH, RF, dan H.
Dia mengatakan kejadian bermula dari rencana aksi tawuran via media sosial (medsos) antara kelompok "Timur Everybody" dan "Gasruk Mentality". Namun, saat di lokasi, kelompok korban memilih mundur dan memutar balik karena kalah jumlah.
Melihat lawannya kabur, kelompok Timur Everybody yang diotaki seorang residivis begal berinisial KFA, justru menyerang secara brutal dengan niat terselubung untuk menjarah sepeda motor korban.
"Begitu melihat jumlah musuh sedikit, mereka kejar, keroyok secara keji menggunakan senjata tajam tanpa belas kasihan, lalu melarikan sepeda motornya untuk dijual kembali," kata Kusumo.
Penganiayaan brutal itu terjadi di dua lokasi berbeda. Di lokasi pertama, depan taman bermain air, korban ZR dikeroyok hingga jari tangannya putus dan sepeda motor Honda Vario miliknya dirampas oleh otak pelaku KFA.
Pelaku kembali mengejar hingga ke Jalan Raya Cimuning hingga tiga orang berinisial DORG, FPP, dan MTA yang berboncengan sepeda motor hingga menabrak pembatas jalan dan terpental ke dalam selokan. Para pelaku kemudian menghujani para korban dengan sabetan celurit, cocor bebek, dan hantaman kayu.
(jbr/mei)





