CARACAS, KOMPAS.TV - Gempa ganda yang melanda Venezuela pada Rabu (24/6/2026) lalu dilaporkan telah menimbulkan korban jiwa 235 orang.
Menteri Kesehatan Venezuela Carlos Alvarado menyatakan setidaknya 4.300 orang terluka akibat gempa per Kamis (25/6) malam waktu setempat.
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan gempa ganda tersebut dilaporkan berdampak terhadap 6,76 juta orang. Sedangkan Palang Merah Internasional (ICRC) menyatakan masyarakat masih ketakutan untuk kembali ke rumah.
Korban jiwa diperkirakan bertambah mengingat operasi penyelamatan masih dilakukan di seantero negeri. Di sejumlah daerah, masyarakat mengeluhkan minimnya pengerahan tim SAR dari pemerintah.
Baca Juga: Gempa Venezuela Tewaskan 164 Orang, Dua Gempa Besar dalam Semenit
Operasi evakuasi di banyak daerah dilakukan secara swadaya oleh warga dengan peralatan sekadarnya. Keluarga-keluarga di Venezuela membagikan poster dan unggahan untuk mencari kerabat yang hilang.
Seorang ibu di Caracas, Dayana Delgado, mengeluhkan tidak adanya bantuan alat berat dari pemerintah untuk evakuasi. Delgado mengaku kehilangan satu anaknya saat gempa dan menyebut evakuasi di tempat tinggalnya dilakukan penduduk setempat.
"Saya ingin tahu di mana anak saya, apakah dia terjebak atau di tempat pengungsian," kata Dayana Delgado dikutip Associated Press.
Pemerintah Venezuela menyatakan operasi pencarian sedang dipusatkan di Negara Bagian La Guaira, daerah terdampak gempa paling parah.
Plt. Presiden Venezuela Delcy Rodriguez telah menyatakan keadaan darurat nasional dan mengalokasikan dana rekonstruksi sejumah 200 juta dolar AS.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Associated Press
- gempa venezuela
- gempa ganda venezuela
- korban gempa venezuela
- operasi pencarian gempa venezuela
- venezuela





