JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus menyebutkan, tidak ada keistimewaan khusus yang membuat provinsi Lampung menjadi titik awal safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada Jumat (26/6/2026).
Bestari mengatakan, semua provinsi istimewa bagi Jokowi, sehingga seluruh provinsi di Indonesia akan dikunjungi.
"Ya, Lampung, Lampung itu menjadi rangkaian yang harus dimulai, rangkaian dari Lampung karena memang yang mau dikunjungi kan 38 provinsi," ujar Bestari saat dihubungi Kompas.com, Jumat.
"Jadi ya kan harus ada yang ditetapkan sebagai tempat awal gitu. Tapi bukan berarti kemudian yang lain tidak istimewa. Sama, itu janji beliau menghadiri 38 provinsi," imbuh dia.
Baca juga: Hari Ini Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama
Bestari membeberkan, Lampung dipertimbangkan menjadi provinsi awal karena ada undangan dari masyarakat dan relawan.
Setelahnya, Jokowi diagendakan akan lanjut berkeliling ke NTT dan Jawa Barat.
"Setelah itu terus sampai 38 provinsi selesai," ucap Bestari.
Saat ditanya apakah PSI Lampung menjadi jajaran yang sudah paling siap, sehingga didatangi Jokowi, Bestari menyebut PSI di semua daerah sudah siap.
Baca juga: Safari Politik Jokowi Dimulai!
Bestari pun berharap Jokowi dapat memancarkan cahaya terang dari Lampung.
"Harapan kami ke seluruh provinsi yang lain untuk lebih siap lagi untuk dihadiri oleh Pak Jokowi nantinya," bebernya.
Di samping tu, Bestari juga membeberkan bahwa Jokowi memang sudah menjadi bagian dari PSI.
Menurut dia, hal itu terlihat dari pakaian yang dikenakan Jokowi saat berkunjung ke Lampung hari ini, yakni kemeja dan topi putih bergambar logo PSI.
Bestari menyampaikan, Jokowi memilih outfit itu untuk menegaskan dirinya sudah bukan kader PDI-P lagi.
"Nah perjalanan tadi dari Solo itu dengan outfit yang seperti itu, sudah memakai topi PSI, baju berlogo PSI itu pembuktian saja, penegasan bahwa beliau sudah ada di PSI dan tidak lagi di partai yang lama-lama itu. Ya kira-kira gitu, di PDI-P," kata Bestari.
"Jadi ini menjadi permakluman publik sekurang-kurangnya pada hari ini bahwa beliau sudah tidak di sana lagi tapi di PSI. Ini alhamdulillah gitu," imbuh dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




