jpnn.com, JAKARTA - Bencana banjir akibat luapan debit air sungai di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, merendam sedikitnya 30 unit rumah warga serta sekitar 5,5 hektare lahan pertanian di wilayah tersebut, Jumat (26/6).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa bencana ekologis ini terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan dalam durasi yang cukup singkat.
BACA JUGA: Banjir di Parigi Moutong, 145 KK Terdampak
"Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.
Abdul menjelaskan guyuran curah hujan dalam durasi dua jam tersebut menyebabkan kapasitas tampung sungai meningkat hingga meluap ke kawasan pemukiman warga di sejumlah wilayah terdampak.
BACA JUGA: Surabaya Banjir meski Sudah Musim Kemarau, Begini Penjelasannya
Pusat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan berdasarkan data di lapangan, banjir menggenangi wilayah yang tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kotanopan dan Kecamatan Tambangan.
Untuk Kecamatan Kotanopan, luapan air dilaporkan merendam pemukiman warga di Kelurahan Pasar Kotanopan dan Desa Saba Dolok.
BACA JUGA: Fauzan Nibras Banjir Pujian Setelah Cetak 32 Poin di Laga Timnas Versus Qatar
Sementara itu, untuk cakupan wilayah Kecamatan Tambangan, genangan banjir dilaporkan melanda kawasan pemukiman di Desa Lumban Pasir.
Abdul memastikan bahwa personel BPBD Kabupaten Mandailing Natal sudah berada di lokasi terdampak untuk melakukan operasi asesmen, pendataan, serta berkoordinasi dengan aparat desa setempat.
"Berdasarkan kondisi terkini, banjir sudah berangsur surut. Meski demikian, pemantauan dan pendataan dampak masih terus dilakukan oleh BPBD untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani dengan baik," ujarnya.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




