BANDUNG, KOMPAS — Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung memprioritaskan penanganan infeksi sebelum menjalani operasi rekonstruksi wajah YTR. Penanganan yang melibatkan sedikitnya 40 tenaga medis dari berbagai disiplin ilmu itu diperkirakan berlangsung sekitar tiga bulan.
Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Rachim Dinata Marsidi mengatakan, korban dugaan penganiayaan oleh Taufik Hidayat itu tiba di rumah sakit dalam kondisi sangat berat dengan luka parah di area kepala dan wajah.
"Kami menemukan belatung dan bakteri saat proses pembersihan luka," kata Rachim.
Menurut dia, setelah luka dibersihkan, tim medis kini memfokuskan penanganan pada pengendalian infeksi. Tahap tersebut harus diselesaikan sebelum operasi rekonstruksi dapat dilakukan.
"Untuk beberapa hari ke depan, kami akan memperketat kunjungan. Kami khawatir pengunjung dari luar membawa kuman yang dapat memicu infeksi. Selama infeksi masih ada, luka tidak akan sembuh dan rekonstruksi tidak bisa dilakukan," ujarnya.
Rachim menjelaskan, tim rekonstruksi terdiri atas sedikitnya 40 tenaga medis dari berbagai disiplin ilmu, antara lain bedah plastik, bedah mulut, penyakit dalam, psikiatri, psikologi, dan gizi klinis. Keterlibatan ahli gizi diperlukan karena korban mengalami indikasi kekurangan gizi.
"Proses rekonstruksi diperkirakan berlangsung sekitar tiga bulan. Tahapannya dimulai dari perbaikan mulut, kemudian hidung, dan terakhir pipi," katanya.
Ayah korban, Pairin (55), mengatakan kondisi anaknya terus menunjukkan perkembangan. Kini, YTR sudah dapat makan dengan lebih lancar dan tidur lebih nyenyak.
"Sejak dirawat pada 10 Juni, tadi malam untuk pertama kalinya dia tidak terbangun sepanjang malam," ujar Pairin.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya pengobatan YTR. Pemerintah juga akan membantu memenuhi kebutuhan keluarga korban karena kepesertaan BPJS Kesehatan YTR masih terkendala.
Selain itu, Dedi menyerahkan dana sebesar Rp 250 juta yang sebelumnya disiapkan sebagai hadiah sayembara pencarian tersangka Taufik Hidayat kepada keluarga korban.
"Harapannya, uang itu dapat dimanfaatkan sebagai bekal bagi korban untuk menjalani kehidupan ke depan," kata Dedi.





