Istana Bantah Ada Pemimpin Terdahulu yang Ganggu Pemerintahan Prabowo

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Istana buka suara terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku tidak pernah mengganggu pemimpin yang menjabat di masa lalu.

Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan, ucapan Presiden tersebut bukan berarti mengindikasikan adanya gangguan dari rival politik terdahulu terhadap pemerintahan Prabowo saat ini.

"Oh tidak, tidak. Jadi, konteksnya yang ingin beliau sampaikan bahwa perhelatan pemilu lima tahunan itu, adalah konsensus kita bersama-sama dari kita menyepakati kita bernegara, kita memilih demokrasi," kata Prasetyo, di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Prasetyo menyampaikan, wujud dari demokrasi adalah rakyat harus memilih pemimpinnya setiap 5 tahun sekali.

Baca juga: Prabowo Minta Akademisi Kaji Data Pemerintah Secara Saintifik

Dia menyebut, Prabowo menempuh jalan tersebut selama ini, di mana dirinya terus berjuang melalui Pilpres.

"Makanya kalau saudara perhatikan ya beliau selepas pensiun atau selesai mengabdikan diri di dunia militer, beliau menjadi pengusaha, kemudian karena beliau mengerti memang konsensusnya seperti itu, beliau masuk ke politik. Berjuang melalui jalur politik," papar dia.

"Tahun 2004 beliau berjuang melalui Partai Golkar, kemudian tahun 2008 beliau mendirikan partai. Mengikuti semua mekanisme dan konsensus yang memang sudah kita sepakati. Mendirikan partai politik, maju, menawarkan diri kepada masyarakat untuk meminta mandat dari masyarakat. Memang pertama belum berhasil, minta mandat lagi belum berhasil, sampai 4 kali dan 2024 beliau diberi amanah oleh rakyat Indonesia melalui mekanisme pemilu yang sah dan konstitusional," ujar Prasetyo.

Maka dari itu, kata Prasetyo, Prabowo terus bekerja keras dalam 2 tahun menjabat Presiden ini.

Dia mengeklaim, Prabowo ingin memberi yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Baca juga: Prabowo Klaim Kerap Libatkan Profesor di Posisi Strategis Pemerintahan

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan dirinya pernah mengalami kekalahan empat kali dalam pilpres.

Namun, Prabowo mengaku tidak pernah mengganggu pemimpin yang mendapat mandat dari rakyat.

Hal tersebut Prabowo utarakan saat bertemu 2.600 rektor, dekan, dan dosen dalam acara bertajuk 'Sarasehan Kebangsaan: Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia' di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

"Jadi, bernegara saya kira kita perlu untuk renungkan masalah bernegara. Saya kira, ini kata-kata pembukaan saya, saya selalu berusaha dengan persuasi, saya sebagai pemimpin politik, saya dipilih secara demokratis," ujar Prabowo.

"Saya maju ke rakyat 5 kali minta mandat, 4 kali tidak diberi mandat. 4 kali saya kalah, tapi saya tidak mengganggu pemimpin yang dapat mandat," sambungnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Prabowo pun berterima kasih kepada para akademisi yang tidak menertawakan dirinya kalah pilpres.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Bertemu Kepala BGN, Bahas Pengawasan dan Antisipasi Kebocoran Anggaran MBG
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
[FULL] Pangi Syarwi & Relly Reagen soal Safari Politik Jokowi, Upaya Amankan "Suara" Gibran di 2029?
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Sebagian Jakarta Cerah Berawan pada Jumat Siang hingga Malam Hari
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
FIFA Skors Asosiasi Sepak Bola Nepal akibat Campur Tangan Pihak Ketiga
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Polda Metro Bekuk 634 Tersangka Peredaran Obat Keras, Barbuk Terbesar Diungkap Polsek Serpong
• 4 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.