Istana Klarifikasi Pidato Presiden: Tak Ada yang Mengganggu Pemerintahan Prabowo

kompas.tv
11 jam lalu
Cover Berita
Presiden RI Prabowo Subianto berpidato dalam acara Sarasehan Kebangsaan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (26/6/2026). (Sumber: Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Sekretaris Negara RI Prasetyo Hadi mengklarifikasi pidato Presiden Prabowo Subianto dalam acara Sarasehan Kebangsaan dalam rangkaian Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku tidak pernah "mengganggu" pemimpin terpilih saat kalah empat kali dalam pilpres. Prabowo pun menekankan pihak yang kalah dalam pilpres seharusnya tidak "ribut."

Prasetyo menyatakan pidato Prabowo tersebut disampaikan bukan karena terdapat pihak tertentu yang mengganggu pemerintahan. Prasetyo menyebut Prabowo sebatas menunjukkan gambaran penghormatan terhadap konsensus demokrasi di Indonesia.

Baca Juga: Prabowo: Empat Kali Kalah Pilpres, Saya Tak Ganggu yang Dapat Mandat

"Jadi, konteksnya yang ingin beliau sampaikan bahwa perhelatan pemilu lima tahunan itu adalah konsensus kita bersama-sama," kata Prasetyo Hadi dilaporkan tim liputan KompasTV, Jumat (26/6).

Pria yang juga Waketum Partai Gerindra itu menambahkan, Prabowo sebatas menceritakan pengalam empat kali tidak diberi mandat oleh rakyat. Sehingga, usai terpilih pada 2024, Prabowo berkomitmen untuk bekerja keras memberikan yang terbaik bagi rakyat.

"Oleh karena itulah beliau betul-betul dalam dua tahun ini bekerja keras membayar perjuangan selama dulu meminta mandat, karena begitu diberi mandat, kita berikan yang terbaik bagi seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia," kata Prasetyo.

Saat bepidato dalam Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Prabowo mengaku kalah pemilu terasa menyakitkan. Namun, pria yang pernah menjadi Danjen Kopassus itu menegaskan pihak yang kalah harus menerima kekalahan dan bekerja sama untuk memajukan bangsa.

Menurut Prabowo, pihak yang kalah pemilu harus menghormati demokrasi sebagai wujud kedaulatan rakyat sehingga tidak terjadi keributan pascapemilihan.

"Kita mungkin tidak puas, tapi alternatifnya apa? Apa kita mau gaduh? Habis tiap pemilihan gaduh, tiap pemilihan gaduh," kata Prabowo.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • prabowo subianto
  • pidato prabowo
  • mensesneg prasetyo hadi
  • prabowo
  • pidato prabowo pemerintahan diganggu
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polri Mutasi Sejumlah Kapolres di Wilayah Polda Sulawesi Utara, Ini Daftarnya
• 34 menit lalukompas.tv
thumb
HUT Ke-499 DKI, PAM JAYA Beri Apresiasi ke Pelanggan di Jakarta Water Hero
• 7 jam laludetik.com
thumb
YouTube kini hadirkan fitur "2x speed" di Shorts 
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
IHSG Longsor, Analis Ungkap Penyebabnya
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
• 9 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.