OJK Pantau Dampak Ekspor Satu Pintu, Premi Asuransi Pengangkutan Tetap Stabil Rp2,85 Triliun
JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan kinerja lini usaha asuransi pengangkutan (marine cargo) tetap stabil di tengah masa transisi kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI). Hingga April 2026, pendapatan premi lini usaha tersebut tercatat sebesar Rp2,85 triliun dengan nilai klaim mencapai Rp0,58 triliun, didukung aktivitas perdagangan dan distribusi barang yang masih berlangsung.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan kebutuhan perlindungan terhadap risiko pengangkutan barang masih terjaga meski pemerintah tengah melakukan perubahan tata kelola ekspor nasional.
“Berdasarkan data posisi April 2026, lini usaha pengangkutan (marine cargo) pada industri asuransi dan reasuransi mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp2,85 triliun dengan nilai klaim sebesar Rp0,58 triliun. Secara umum, kinerja lini usaha ini masih relatif stabil, didukung oleh aktivitas perdagangan dan distribusi barang yang tetap berjalan,” ujar Ogi kepada Warta Ekonomi, Jumat (26/6/2026).
OJK menyatakan hingga saat ini masih memantau implementasi kebijakan ekspor satu pintu yang masih berada dalam tahap transisi, termasuk potensi dampaknya terhadap bisnis asuransi pengangkutan maupun trade credit insurance.
Meski demikian, regulator menilai perubahan mekanisme ekspor tidak akan menghilangkan kebutuhan pelaku usaha terhadap perlindungan risiko logistik dan perdagangan internasional.
“Terkait kebijakan ekspor satu pintu yang saat ini masih dalam tahap transisi, OJK terus mencermati perkembangan dan potensi dampaknya terhadap industri asuransi. Namun demikian, kebutuhan perlindungan terhadap risiko pengangkutan, perdagangan, dan aktivitas ekspor-impor pada prinsipnya tetap akan ada,” kata Ogi.
Menurut OJK, prospek bisnis asuransi pengangkutan hingga akhir tahun masih bergantung pada perkembangan investasi, volume perdagangan, serta realisasi proyek-proyek strategis yang berkaitan dengan sektor logistik. Aktivitas ekspor-impor dan distribusi barang dinilai tetap menjadi faktor utama yang menentukan pertumbuhan premi di lini usaha tersebut.





