BEKASI, KOMPAS.com – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi Nesan Sudjana membantah tuduhan melakukan pelecehan terhadap sejumlah pegawai perempuan yang menjadi bawahannya.
Ia meminta pihak yang merasa menjadi korban menempuh mekanisme resmi dengan melaporkan dugaan tersebut kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bekasi agar dapat diproses melalui investigasi.
"Pelecehan seksual itu sama sekali tidak dilakukan. Tidak ada kejadian tersebut. Dan itu juga diakui oleh yang bersangkutan di depan forum. Kalau memang ada, silakan buat pengaduan ke BKPSDM," ujar Nesan saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat (26/6/2026).
Baca juga: Oknum Satpol PP Bogor yang Gadaikan SK Bawahan Dipecat sebagai ASN
Nesan mengatakan, hingga kini BKPSDM maupun Inspektorat Kota Bekasi belum menerima laporan resmi terkait dugaan tersebut.
Menurut dia, hasil investigasi dari kedua instansi itu nantinya akan menjadi dasar bagi DPRD Kota Bekasi dalam mengambil sikap.
"Sampai saat ini BKPSDM maupun Inspektorat belum menerima laporan terkait dugaan tersebut. Saya sendiri baru mengetahui persoalan ini saat rapat kemarin," katanya.
Baca juga: Kasatpol PP Kota Bekasi Diadukan ke DPRD soal Dugaan Pelecehan Anak Buahnya
Ia mengaku terkejut karena tuduhan terhadap dirinya telah ramai diberitakan sebelum proses investigasi dilakukan.
Menurut Nesan, saat menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kota Bekasi pada Kamis (25/6/2026), bukti percakapan maupun rekaman komunikasi yang disebut dimiliki para pelapor tidak diperlihatkan dalam forum tersebut.
"Chat yang disebut-sebut itu tidak pernah dimunculkan atau dibuka. Jadi semuanya hanya berdasarkan pengakuan," ujarnya.
Baca juga: Dokter Anak Asal Malaysia Ditahan di Australia, Hadapi 33 Dakwaan Pelecehan Seksual Anak
Ia juga menilai pemberitaan berkembang lebih cepat dibandingkan proses klarifikasi yang sedang berjalan.
"Tapi sebelum investigasi dilakukan, pemberitaannya sudah ramai. Saya juga heran. Yang dibahas pelecehan verbal, tapi pemberitaannya mengarah ke mana-mana," kata Nesan.
Nesan juga membantah tudingan bahwa dirinya kerap menghubungi bawahannya untuk kepentingan pribadi.
Ia menegaskan seluruh komunikasi yang dilakukan berkaitan dengan pekerjaan.
Baca juga: Korban Pelecehan Nilai Sanksi Terlalu Ringan, UI Akan Serahkan Bukti ke Kemdiktisaintek
"Komunikasi saya dengan para pegawai selama ini semata-mata berkaitan dengan pekerjaan," ujarnya.
Sebagai contoh, ia mengaku pernah beberapa kali menghubungi seorang pegawai yang terlambat masuk kerja untuk memastikan keberadaannya.





