Isyana Bagoes Oka Minta Program GENTING Diperluas hingga Wilayah 3T Papua untuk Percepat Pencegahan Stunting

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, meminta Program Gerakan Orang Tua Asuh Stunting (GENTING) diperluas hingga daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk di Papua, usai meluncurkan program tersebut di Kota Jayapura.

Perluasan Program GENTING di Papua

Isyana mengatakan perluasan Program GENTING bertujuan agar semakin banyak anak dan keluarga berisiko stunting memperoleh pendampingan serta intervensi.

"Program GENTING harus terus diperluas agar semakin banyak anak dan keluarga berisiko stunting, termasuk di wilayah 3T Papua, yang mendapatkan pendampingan dan intervensi," kata Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.

Ia menegaskan pencegahan stunting tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja.

Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari BUMN, BUMD, dunia usaha, akademisi, hingga komunitas.

"Oleh sebab itu melalui Genting ini, kami mengajak semua pihak untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak berisiko stunting karena menyelamatkan satu anak berarti menyelamatkan satu generasi menuju Indonesia Emas 2045," ujar Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.

Papua Targetkan 1.600 Orang Tua Asuh pada 2026

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, mengatakan Pemerintah Provinsi Papua menargetkan terbentuk 1.600 orang tua asuh cegah stunting sepanjang 2026.

Hingga Juni 2026, jumlah orang tua asuh yang telah terbentuk mencapai 422.

Christian mengapresiasi dukungan BRI dalam Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting karena dinilai memperkuat percepatan penurunan stunting di Papua.

"Kami mengapresiasi dukungan BRI dalam program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Kontribusi itu memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di Papua," kata Christian Sohilait.

BRI telah bergabung dalam Gerakan Orang Tua Asuh Stunting dengan memberikan pendampingan kepada 50 keluarga berisiko stunting selama tiga bulan.

Selain memberikan pendampingan, BRI juga membangun tiga jamban sehat sebagai bagian dari dukungan peningkatan sanitasi bagi keluarga sasaran di Papua.

"Selain itu, BRI juga membangun tiga jamban sehat sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya peningkatan sanitasi bagi keluarga sasaran di Papua," ujar Christian Sohilait.

Pemerintah Provinsi Papua berharap langkah BRI dapat diikuti oleh BUMN dan BUMD lainnya agar cakupan Gerakan Orang Tua Asuh Stunting semakin luas dan mampu menjangkau wilayah-wilayah 3T di Papua.

Christian menegaskan pemerintah daerah akan terus membangun kolaborasi dengan BUMN, BUMD, dan instansi terkait karena penurunan serta pencegahan stunting membutuhkan kerja sama seluruh pihak.

"Oleh sebab itu ke depan pihaknya akan terus membangun kolaborasi dengan BUMN, BUMD serta instansi terkait dalam membantu menurunkan angka stunting di Papua. Kami tidak bisa kerja sendiri, sehingga membutuhkan kerja sama dari semua pihak dalam menurunkan dan pencegahan stunting di Provinsi Papua," kata Christian Sohilait.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Siapkan Kantor AIIB di Indonesia Setelah Komitmen Investasi US$17 Miliar
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Prabowo Bilang Demo Dibayar, PKB Dorong Pemerintah Evaluasi Kebijakan
• 19 jam laludetik.com
thumb
Pramono Tegaskan Tak Ada Aturan Baru Ganjil-Genap di Jakarta
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Terungkap Jual Beli Airgun Ilegal di Priok
• 19 jam laludetik.com
thumb
Prabowo: 4x Kalah Pilpres, Saya Gak Ganggu Pemimpin yang Dapat Mandat
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.