Momen Langka! Netanyahu Diteriaki "Mundur" oleh Warga di Depan Umum

cnbcindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita
Foto: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadiri upacara peringatan Hari Peringatan Prajurit Gugur Israel, atau Yom HaZikaron, di Pemakaman Militer di Gunung Herzl di Yerusalem pada 21 April 2026. (via REUTERS/ILIA YEFIMOVICH)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, kembali menghadapi tekanan politik di dalam negeri. Kali ini, ia diteriaki agar mengundurkan diri saat menyampaikan pidato dalam upacara kelulusan perwira militer di Israel selatan.

Mengutip Middle East Monitor Jumat (26/6/2026), insiden itu terjadi di pangkalan militer Bahad 1, sekolah pendidikan perwira Angkatan Bersenjata Israel. Saat Netanyahu berpidato, sejumlah peserta meneriakkan slogan anti-pemerintah dan menyerukan agar sang perdana menteri segera mundur dari jabatannya.

Laporan harian Israel Yedioth Ahronoth menyebut teriakan tersebut terdengar jelas ketika Netanyahu sedang menyampaikan pidato mengenai situasi keamanan nasional. Di tengah interupsi itu, Netanyahu tetap melanjutkan pidatonya dan menegaskan bahwa Israel masih berada di tengah konflik regional yang terus berlangsung.


Pilihan Redaksi
  • Badan PBB Hentikan Lalu Lintas Kapal Selat Hormuz
  • Jepang Tiba-Tiba Batalkan 100 Penerbangan, Ada Apa?
  • CEO Honda Tiba-Tiba Minta Maaf, Ada Apa?

Dalam pidatonya, Netanyahu mengatakan Israel kini berada "di puncak perang regional yang masih berlangsung". Pernyataan itu disampaikan di tengah operasi militer Israel yang masih berlanjut di beberapa kawasan serta meningkatnya tekanan politik terhadap pemerintahannya.

Seruan agar Netanyahu mundur muncul ketika kritik terhadap pemerintah semakin menguat. Dalam beberapa bulan terakhir, ia menghadapi tekanan dari oposisi maupun sebagian masyarakat yang menilai pemerintah gagal menangani berbagai krisis, termasuk perang di Gaza dan dinamika keamanan di kawasan.

Gelombang kritik terhadap Netanyahu juga datang dari sejumlah tokoh politik Israel. Pemimpin oposisi, Avigdor Liberman, bahkan menuduh Netanyahu menyeret Israel menuju "perang saudara" demi mempertahankan kekuasaannya.

Insiden di upacara militer tersebut menjadi salah satu gambaran meningkatnya polarisasi politik di Israel. Sorakan agar seorang perdana menteri mundur dalam acara resmi militer tergolong tidak biasa dan mencerminkan besarnya tekanan yang kini dihadapi pemerintahan Netanyahu.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Netanyahu Akui Militer Israel Cegat Armada Flotilla Menuju Gaza

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jenderal Agus Subiyanto Resmi Melantik1.737 Perwira Remaja TNI, Begini Amanatnya
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Calon Manajer Kopdes Jalani 30 Hari Latsarmil dan 15 Hari Materi Manajerial
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Sempat Tahan Ekspor, Bahlil Amankan 141 Juta Ton Batu Bara untuk Pembangkit
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Bubarkan Massa di Depan Gedung Grahadi Surabaya
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemerintah Siapkan Solusi Pasokan Gas Industri, Keputusan Ditarget Terbit dalam Dua Hari
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.