tvOnenews.com - Kemenangan dramatis Turki atas Amerika Serikat dengan skor 3-2 pada 26 Juni 2026 menjadi salah satu momen paling ikonik di fase grup Piala Dunia 2026.
Bertanding dengan semangat juang tinggi, Turki berhasil menumbangkan tim tuan rumah lewat gol penentu di menit-menit akhir pertandingan.
Pesta pora dan tangis haru sempat pecah di lapangan, memicu harapan besar bagi para pendukungnya.
Namun, di tengah euforia kemenangan yang luar biasa ini, muncul pertanyaan krusial, apakah hasil manis ini mampu menyelamatkan Turki dari eliminasi dan mengantarkan mereka lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026?
Regulasi tie-breaker FIFA
- REUTERS/Lisi Niesner
Berdasarkan regulasi resmi FIFA terkait Piala Dunia 2026, sebanyak 48 tim kontestan dibagi ke dalam 12 grup yang berisi empat tim.
Dua tim teratas dari setiap grup otomatis melaju ke babak 32 besar, didampingi oleh delapan tim peringkat ketiga terbaik.
Namun, jika terdapat beberapa tim yang mengoleksi poin sama di akhir babak penyisihan, FIFA menerapkan kriteria tie-breaker (sistem penentu posisi imbang) yang sangat ketat.
Langkah pertama untuk menentukan peringkat adalah jumlah poin terbesar yang diperoleh dalam pertandingan yang melibatkan tim-tim bersangkutan (rekor head-to-head), baru kemudian disusul oleh selisih gol serta produktivitas gol seluruh laga.
Mengapa kemenangan atas Amerika Serikat justru sia-sia buat Turki?
- REUTERS/Daniel Cole TPX IMAGES OF THE DAY
Mengacu pada aturan yang telah dijelaskan sebelumnya, kemenangan atas Amerika Serikat terbukti tidak cukup untuk mengubah nasib tragis Turki.
Sebelum laga ketiga ini digelar, Turki berada di dasar klasemen Grup D dengan nol poin akibat menelan kekalahan beruntun pada dua pertandingan awal melawan Australia dan Paraguay.
Tambahan tiga poin dari kemenangan atas Amerika Serikat membuat poin akhir Turki menjadi 3 poin, tetapi posisi mereka tetap terkunci di peringkat terbawah.
Dalam skenario grup ini, apa pun hasil akhir pertandingan antara Australia dan Paraguay, posisi Turki tidak akan bisa naik. Jika salah satu dari Australia atau Paraguay memenangkan duel, tim yang kalah tetap mengoleksi 3 poin.
Karena kriteria utama tie-breaker FIFA mengutamakan hasil head-to-head, Turki otomatis tersingkir karena mereka sudah kalah dari Australia dan Paraguay di laga sebelumnya.




