Papua Selatan, WWF bahas sisa pangan jadi energi terbarukan

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral setempat bersama World Wildlife Fund (WWF) Indonesia menyelenggarakan lokakarya pembahasan pengelolaan sampah sisa pangan untuk energi terbarukan.

"Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah organik dan Food Loss and Waste (FLW) di daerah ini," kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Papua Selatan Agustinus Joko Guritno dalam siaran pers yang diterima Antara di Jayapura, Jumat.

Menurut Guritno, pengelolaan sampah organik terutama sisa makanan dari rumah tangga, pasar, kawasan wisata, maupun limbah organik dari sektor pertanian dan perkebunan masih didominasi dengan cara konvensional seperti pembuangan ke tempat pemrosesan akhir kemudian dibiarkan begitu saja.

"Praktik ini bukan hanya menghabiskan ruang lahan tetapi juga menghasilkan emisi gas metana yang tinggi, yang merupakan salah satu kontributor utama perubahan iklim," ujarnya.

Dia menjelaskan di sisi lain, sampah organik sebenarnya menyimpan energi terbarukan yang besar, misalnya melalui pengelolaan kompos maupun pemanfaatan limbah biomassa menjadi bahan bakar alternatif bagi masyarakat.

Baca juga: Mengurai sisa, menjaga kota

Dia mengatakan lokakarya memiliki arti strategis karena mempertemukan pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha pengelolaan sampah, lembaga pendidikan, masyarakat hukum adat, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Menurut dia, dengan pertemuan itu seluruh pihak dapat bekerja bersama mulai dari wacana dan proyek percontohan menuju pengelolaan sisa pangan yang terintegrasi dari hulu ke hilir berbasis data, teknologi tepat guna.

Guritno menambahkan pihaknya mengapresiasi WWF Indonesia yang telah memberikan dukungan teknis, fasilitasi, dan penguatan kapasitas sehingga kolaborasi tersebut menjadi contoh yang baik antara pemerintah daerah dengan mitra pembangunan dalam mendorong pengelolaan sisa pangan dan sampah organik untuk energi terbarukan di Papua Selatan.

Baca juga: Dorong kompos keliling untuk Jaksel minim sampah


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadi Ketua Satgas, Mensesneg Pastikan Akan Mitigasi Ancaman PHK
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Susunan pemain Tanjung Verde versus Arab Saudi, intip peluang lolos
• 17 menit laluantaranews.com
thumb
Gempa Ganda Venezeula Tewaskan 235 Orang, Gotong Royong Warga Jadi Lini Pertama Penyelamatan
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Penampakan Rumah Warga Hancur akibat Longsor di Benhil Jakpus
• 12 jam lalukompas.com
thumb
PPATK Ungkap 5 Kecamatan dengan Pemain Judol Terbanyak di Indonesia
• 14 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.