Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM), Octavianus Dwi Putro coba menjelaskan fenomena meningkatnya harga suku cadang, terutama oli atau pelumas mesin akhir-akhir ini. Menurutnya ada beberapa faktor yang menjadi penyebab.
"Iya pasti menyesuaikan. Karena pasti ada dua hal yang berpengaruh besar yakni nilai tukar (rupiah terhadap dolar AS) dan ketersediaan material, dua hal ini yang memicu," ungkap Octavianus ditemui saat sela peluncuran Honda Vario Evo 160 di Cikarang, (24/6).
Melonjaknya harga suku cadang kendaraan seperti oli sepeda motor menjadi sorotan tajam. Tidak hanya bagi konsumen, tetapi juga para pelaku distributor hingga bengkel-bengkel umum spesialis perawatan motor.
"Pelumas termasuk salah satu yang terdampak lumayan karena kan direct impact akibat terjadinya krisis Timur Tengah itu, kan. Jadi oil base pasti akan (terpengaruh)," imbuh pria yang karib disapa Octa ini, sembari belum bisa memastikan efek lanjutan berdasarkan kondisi terkini.
Dirinya mengamini ada beberapa suku cadang, termasuk oli yang alami kenaikan di atas 20 persen. Namun Octa menegaskan kebanyakan harga produk komponen tersebut tetap dijaga agar tidak melebihi angka tersebut.
"Beragam, kita bertahan supaya kembali yang tadi, tidak semuanya kita boleh pass on ke konsumen. Karena enggak fair juga, beberapa bisa (naik lebih dari 20 persen), tetapi mostly di bawah itu," tandas Octa.
Imbas suku cadang dan oli naik terasa di pihak bengkel dan konsumenSelain bengkel umum, meningkatnya harga oli akhir-akhir ini turut terjadi di bengkel resmi Honda, salah satunya cabang Wahana Honda Margo Mulyo Megah di Pasar Minggu. Selisihnya dikatakan mencapai belasan ribu rupiah dari banderol sebelumnya.
"Kalau di sini harga pasti langsung update dari AHM (Astra Honda Motor). MPX dan SPX keluar jauh lumayan, ya Rp 10 ribu atau Rp 13 ribu,” buka Service Advisor Wahana Honda Margo Mulyo Megah, Ahmad ditemui pekan ini.
Senada dengan Ahmad, sejumlah bengkel umum khusus sepeda motor juga mengutarakan hal serupa. Hampir semua merek oli menunjukkan peningkatan harga, pelumas lansiran AHM salah satu yang tertinggi.
"Iya sejak Lebaran, kemudian Iduladha kemarin juga sudah naik lagi. Jadi bertahap, misalnya yang ini (MPX2) itu tadinya Rp 60 ribu, kemudian naik Rp 70 ribu, terus naik jadi Rp 75 ribu," kata penggawa Adi Cahaya Motor, Septi pada awal Juni ini.
Merek oli lainnya seperti Shell turut mengalami lonjakan harga dari sebelumnya 60 ribu kini disebutnya sudah mencapai Rp 80 ribu untuk kemasan mulai 800 ml. Lainnya seperti Deltalube juga ikut berubah dari Rp 95 ribu jadi Rp 110 ribu untuk kemasan 1 liter.
"Ini jatuhnya sih sekarang oli ganti harga, bukan cuma sekadar naik. Kalau naik mah cuma beda Rp 1.000-2.000 karena tahun lalu cuma segitu naiknya, ini sudah sampai Rp 10-15 ribu," tutur Agus dari bengkel Ex Goro 1 di kawasan Pasar Minggu.





