JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurahman menyatakan belum ditemukan unsur kelalaian dalam kasus meninggalnya peserta latihan dasar militer (latsarmil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Dudung menyatakan pemerintah melakukan evaluasi atas jatuhnya korban jiwa dalam latsarmil SPPI. Ia pun menyebut pemerintah menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya terhadap keempat korban.
Baca Juga: TNI Terapkan Hukuman Fisik saat Latsarmil Kopdes-Kampung Nelayan, Telat Dihukum Push Up 10-15 Kali
"Ada latihan militer yang memang sedang dievaluasi dan mendapat informasi dari Sesneg belum ada tingkat kelalaiannya, ya," kata Dudung dilaporkan tim liputan KompasTV, Jumat (26/6/2026).
"Karena memang ya namanya meninggal mungkin kan tidak serta-merta (karena) latihan militer."
Meskipun korban meninggal telah mencapai empat orang, Dudung menyebut program latsarmil SPPI tetap akan dilanjutkan. Menurutnya, pemerintah akan melakukan evaluasi dan investigasi penyebab kematian kroban.
Lebih lanjut, Dudung menekankan peserta latsarmil telah melalui skrining kesehatan terlebih dahulu.
"Sebelum pelaksanaan pelatihan itu dilakukan tes kesehatan. Semua saya rasa dilakukan tes kesehatan," kata Dudung.
"Cuma memang di dalam proses pelatihan itu mungkin ada yang secara mental, secara fisik yang tidak kuat. Atau ya lebih kepada faktor-faktor lain lah mungkin ya namanya kematian kita tidak bisa memungkiri, ya. Karena sudah kehendak Yang Mahkuasa."
Baca Juga: Korban Meninggal dalam Latsarmil Kopdes dan KNMP Bertambah Jadi Empat Orang
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- dudung abdurachman
- latsarmil kopdes kampung nelayan
- peserta latsarmil meninggal
- unsur kelalaian latsarmil
- latsarmil meninggal





