Duka dari Latihan Militer Peserta SPPI

liputan6.com
5 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Duka mendalam kembali menyelimuti Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Korban jiwa dalam Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) yang ditujukan bagi calon pengelola Koperasi Desa ini kini bertambah menjadi empat orang, setelah satu peserta kembali dilaporkan meninggal dunia akibat sakit.

Peserta terbaru yang gugur adalah Muhammad Rifki Renaldi Gunawan. Pemuda yang tengah mengikuti pendidikan di Satdik Yon Parako 465 ini mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat diri hari (26/6/2026) pukul 00.28 WIB di Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa, Jakarta.

Advertisement

BACA JUGA: 4 Peserta SPPI Meninggal, Kemhan Siapkan Evaluasi Besar-besaran

Kisah pilu Rifki bermula pada Kamis, 25 Juni 2026, saat ia mengeluhkan sesak napas akut di tengah pelatihan. Setelah sempat membaik usai menerima pertolongan pertama dari tim medis satuan, kondisi fisik Rifki justru merosot tajam pada sore harinya. Ia langsung dilarikan ke ruang ICU rumah sakit, namun takdir berkata lain meski tim dokter telah berupaya optimal.

Gugurnya Rifki sekaligus memperpanjang rentetan tragedi memilukan yang terjadi sepanjang Juni 2026. Sebelum kasus Rifki mencuat, tiga peserta lain tercatat telah lebih dulu berpulang di berbagai tempat pendidikan yang berbeda.

Korban pertama adalah Novia Rahmadhani Sihotang, seorang peserta Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) yang dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (23/6) di Jakarta setelah berjuang melawan penyakit Tuberkulosis (TB) yang diidapnya.

Tak lama berselang, kabar duka juga datang dari Balikpapan, di mana seorang peserta bernama Anisa Muyassaroh dilaporkan wafat akibat terserang heat stroke atau sengatan panas akut saat digembleng di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman. Sementara itu, korban lainnya, Yonanda Muhammad Taufiq, mengembuskan napas terakhirnya di Satdik Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad Baturaja akibat mengalami cardiac arrest atau henti jantung mendadak setelah kondisi fisiknya drop.

Janjikan Evaluasi Total

Merespons empat kematian beruntun ini, Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Panitia Seleksi Nasional langsung mengambil langkah darurat. Pemerintah berjanji akan merombak total sistem jaminan kesehatan dalam program SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ini.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. Evaluasi menyeluruh akan menyasar dari hulu hingga hilir pelaksanaan program.

“Langkah-langkah yang dilakukan meliputi penguatan proses seleksi kesehatan, deteksi dini kondisi medis peserta, peningkatan pengawasan oleh tenaga kesehatan selama pendidikan, penelusuran (tracing) terhadap peserta yang memiliki keluhan serupa, serta penyempurnaan prosedur penanganan kesehatan di seluruh satuan pendidikan," ujar Rico, Jumat (26/6/2026).

Rico menambahkan, padahal sebelum dinyatakan lolos, Rifki dan peserta lainnya sudah melewati tahapan pemeriksaan kesehatan sesuai regulasi yang berlaku dan dinyatakan memenuhi syarat fisik. Sebagai bentuk tanggung jawab, Kemhan memastikan telah mendampingi keluarga korban, mengurus pemulangan jenazah, serta menjamin pemenuhan hak-hak almarhum.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Enam pesawat AS serang empat target di Iran
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
ShopeeFood Dorong Kompetensi Mitra Pengemudi untuk Tingkatkan Kualitas Layanan
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
5 Zodiak Paling Slay, Selalu Tampil Percaya Diri dan Jadi Pusat Perhatian
• 7 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Al Diyakini Nggak akan Bisa Gantikan Peran Dokter, Ini Alasannya
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kuis: Tebak Nama Lengkap Karakter dari Film Populer
• 18 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.