Bangkalan Krisis BBM, SPBU Tutup Kehabisan Stok hingga Picu Antrean Kendaraan

rctiplus.com
8 jam lalu
Cover Berita
Bangkalan Krisis BBM, SPBU Tutup Kehabisan Stok hingga Picu Antrean KendaraanNasional | inews | Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:37Dengarkan Berita

BANGKALAN, iNews.id - Kelangkaan BBM parah melanda wilayah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Akibat banyak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di tingkat kecamatan tutup total karena kehabisan pasokan stok. Antrean kendaraan sepeda motor dan mobil pun mengular panjang di area perkotaan. 

Kondisi ini diperparah dengan adanya kebijakan pembatasan nominal pembelian maksimal bagi kendaraan roda empat, termasuk truk yang memburu biosolar. 

Pantauan di lapangan menunjukkan kemacetan parah terjadi di jalur-jalur utama menuju SPBU. Salah satu titik terparah berada di SPBU Junok, Kabupaten Bangkalan. Ratusan kendaraan roda dua dan empat yang meluber ke badan jalan membuat arus lalu lintas dari arah berlawanan ikut lumpuh total. 

Guna mencegah kemacetan total, aparat kepolisian setempat terpaksa turun ke jalan untuk mengurai arus kendaraan. Petugas terpaksa menghentikan sementara antrean masuk SPBU secara berkala agar ekor antrean tidak terus memanjang. 

Baca Juga:MNC Peduli dan KEK MNC Lido City Salurkan 11 Hewan Kurban ke Warga Bogor

Di SPBU tengah kota Bangkalan, antrean kendaraan roda empat bahkan dilaporkan mengular panjang hingga ke depan Stadion Gelora sisi utara.

"Saya cari ke SPBU Alang-alang habis, di Kamal habis, di Keleyan juga habis. Pas ke SPBU Junok macet total dan di-stop sama polisi, akhirnya terpaksa ikut antre ke kota ini. BBM langka kurang lebih sudah seminggu sampai sepuluh harian ini," ujar Ardi, salah seorang pengemudi mobil, Jumat (26/6/2026). 

Para pengendara yang mengantre di SPBU kota sebagian besar merupakan warga lintas kecamatan, seperti dari Kecamatan Tragah hingga Kecamatan Sepulu. Mereka terpaksa menempuh perjalanan jauh ke pusat kota karena pasokan BBM di wilayah mereka kosong sejak beberapa hari lalu. 

Para pengemudi rata-rata harus menghabiskan waktu lebih dari satu jam di dalam antrean hanya untuk mendapatkan giliran pengisian.

Krisis ini kian menyulitkan para sopir kendaraan logistik. Selain ketersediaan BBM jenis Pertalite dan Solar yang langka hingga memaksa warga beralih ke Pertamax, pihak SPBU juga memberlakukan pembatasan kuota pembelian harian. 

Kendaraan roda empat dan truk logistik dibatasi hanya boleh mengisi BBM maksimal senilai Rp300.000 per kendaraan. 

Baca Juga:Seskab Teddy Borong 35 Sapi Boyolali, Peternak Lokal: Alhamdulillah Sangat Terbantu

Pembatasan ini membuat para sopir truk tidak dapat mengisi tangki bahan bakar secara penuh (full tank), sehingga mengancam kelancaran distribusi barang di Pulau Madura.

#jatim

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo: Guru Besar Adalah Orang Terpintar di Sebuah Negara, Beri Posisi Penting!
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Tambah Kepemilikan di Home Credit, BDMN Gelontorkan Rp400 Miliar
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Peran 4 WNI Sindikat Judol Bermarkas di Hayam Wuruk
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Oknum Polisi Viral Nekat Tabrak Mobil di Medan Diperiksa Propam Polda Sumut
• 40 menit lalurctiplus.com
thumb
Jokowi Lakukan Safari Politik, PDIP Pertanyakan Solusi Berbagai Masalah dan Singgung IKN
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.