REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat kembali menyerang Iran sebagai tanggapan atas insiden sehari sebelumnya saat sebuah kapal kargo dihantam oleh drone Teheran.
Pada Jumat, Komando Pusat AS, yang mengawasi operasi militer di Timur Tengah, mengatakan telah mengeluarkan tanggapan kuat terhadap serangan drone itu.
Baca Juga
Fakta yang Ditutupi Pentagon: Pangkalan AS Porak-poranda Dibombardir Iran Menurut Investigasi Media
Al-Maqrizi dan Inflasi: Pemikiran Abad ke-14 yang Masih Relevan di Indonesia
Menlu Italia Bantah Sekjen NATO Soal Ikut Serang Iran
“Pesawat AS menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran serta situs radar pantai,” kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan.
“Perilaku berbahaya Iran merusak kebebasan navigasi karena perdagangan semakin mengalir melalui koridor perdagangan internasional yang vital.”
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Serangan AS dilaporkan terjadi di dekat pelabuhan Sirik di Iran selatan setelah pengumuman tersebut.
Setelah itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan telah membalas dengan serangan terhadap instalasi militer AS di wilayah tersebut.
Dalam sebuah pernyataan kepada kantor berita pemerintah IRNA, IRGC memperingatkan, jika terjadi agresi berulang, tanggapan Iran akan lebih luas.
Gencatan senjata goyah
Baku tembak ini menimbulkan pertanyaan tentang apakah nota kesepahaman (MoU) tanggal 17 Juni yang ditandatangani antara AS dan Iran akan tetap berlaku.
Masing-masing pihak menuduh pihak lain melanggar kesepakatan tersebut, yang mencakup gencatan senjata.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)