Liputan6.com, Jakarta - Wilayah DKI Jakarta masuk dalam zona merah judi online (judol) nasional. Berdasarkan pemetaan terbaru Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), empat wilayah di Jakarta masuk dalam 10 besar daerah dengan jumlah pemain judi online terbanyak di Indonesia.
Data PPATK mencatat Jakarta Barat menempati peringkat kedua nasional dengan 89.320 pemain dan total nilai deposit mencapai Rp 600,6 miliar. Sementara Jakarta Timur berada di posisi ketiga dengan 81.750 pemain dan total deposit sebesar Rp 425,9 miliar.
Advertisement
Tingginya jumlah pemain tersebut sejalan dengan berbagai pengungkapan markas judi online oleh aparat penegak hukum dalam beberapa tahun terakhir. Operasionalnya pun menggunakan beragam modus, mulai dari menyewa gedung perkantoran, apartemen, hingga menyamarkan aktivitas dengan kedok arena permainan anak.
Terbaru, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri membongkar markas judi online jaringan internasional yang beroperasi di salah satu gedung di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.
Dalam pengungkapan tersebut, penyidik menetapkan 287 warga negara asing (WNA) dan empat warga negara Indonesia (WNI) sebagai tersangka.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Wira Satya Triputra menjelaskan, awalnya penyidik mengamankan 321 WNA dan seorang WNI. Setelah dilakukan pemeriksaan intensif yang didukung analisis digital forensik dan keuangan, sebanyak 287 WNA ditetapkan sebagai tersangka.
"Dari 321 WNA yang kami amankan, 287 orang sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Masih ada 34 orang yang saat ini kami dalami keterlibatannya," kata Wira.
Ia merinci para tersangka terdiri atas 185 warga negara Vietnam, 76 warga negara China, 15 warga negara Myanmar, enam warga negara Thailand, tiga warga negara Laos, dan dua warga negara Malaysia.
Ratusan tersangka tersebut memiliki peran berbeda dalam menjalankan operasional perjudian daring, yakni 175 orang sebagai customer service, 10 programmer, 27 admin pemasaran, 22 admin keuangan, sembilan trainee yang telah mampu mengoperasikan situs judi online, serta 44 orang yang bertugas mendukung operasional.




