PTPN I pacu hilirisasi teh guna perlebar pasar ekspor di Eropa

antaranews.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I mempercepat hilirisasi teh untuk memperluas pasar ekspor di Eropa melalui penguatan produk premium, peningkatan nilai tambah, serta strategi memperkuat daya saing di pasar global.

Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo mengatakan perseroan menyiapkan cetak biru ekspansi pasar teh premium ke Eropa setelah sukses menembus pasar Kanada dan Dubai seiring terus meningkatnya potensi pasar teh premium dunia.

"Setelah sukses menembus pasar premium di Kanada dan Dubai, korporasi kini tengah merancang langkah strategis berikutnya untuk memperkuat posisi di Eropa," kata Aris dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Perusahaan fokus mengembangkan varian produk teh premium baru yang dirancang khusus untuk dipasarkan di London, Inggris, sebagai salah satu pintu masuk menuju pasar Eropa yang lebih luas.

Menurut Aris, pengembangan produk premium tersebut akan dijalankan melalui kolaborasi strategis dengan berbagai merek teh terkemuka dunia. Kemitraan itu diharapkan mampu memperkuat daya saing produk tanah air di pasar internasional.

"Ke depan fokus kami adalah mengembangkan varian produk premium baru yang dikonsepkan secara khusus untuk dipajang di store kota London. Ini akan kami jalankan melalui kolaborasi taktis dengan berbagai brand teh terkemuka dunia," ujar Aris.

Melalui percepatan hilirisasi, inovasi produk, dan perluasan pasar premium, PTPN I optimistis dapat meningkatkan kontribusi ekspor teh Indonesia sekaligus memperkuat posisinya di pasar Eropa dan pasar global.

Perusahaan BUMN itu juga terus memperkokoh posisinya di industri teh global dengan mengandalkan mutu premium dan areal perkebunan luas sehingga optimistis mampu bersaing menghadapi produsen utama dunia seperti Kenya, India, dan Sri Lanka.

Ia menyebutkan saat ini total areal tanaman menghasilkan (TM) teh yang dikelola mencapai 12,7 ribu hektare. Dari luasan tersebut, hingga Mei 2026, perusahaan membukukan total produksi sebesar 11,6 juta kilogram, dengan tingkat produktivitas atau protas mencapai 912 kilogram per hektare.

Menurutnya tren produksi teh kering PTPN I dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan grafik yang fluktuatif. Namun cenderung menguat secara signifikan pada sisi produktivitas lahan.

Tercatat pada tahun 2022 produksi kering berada di angka 29,05 juta kilogram dengan produktivitas 1.685 kg/ha, sempat terkoreksi di tahun 2023 menjadi 25,97 juta kilogram (produktivitas 1.499 kg/ha), lalu bangkit kembali di tahun 2024 dengan raihan 28,44 juta kilogram (produktivitas 1.651 kg/ha).

Pada tahun 2025, performa produktivitas melonjak tajam menembus angka 2.004 kg/ha dengan total produksi kering mencapai 29,28 juta kilogram.

"Catatan operasional yang impresif tersebut berbanding lurus dengan serapan pasar internasional. Sepanjang tahun lalu, PTPN I sukses mengapalkan volume ekspor hingga 8,9 juta kilogram," bebernya.

Peta pasar ekspor PTPN I telah menjangkau berbagai negara dengan Malaysia sebagai tujuan utama, diikuti Korea, Thailand, serta sejumlah pasar potensial lainnya di Asia.

Produk teh korporasi juga merambah kawasan Timur Tengah seperti Dubai, hingga menembus pasar ketat Eropa dan Amerika Serikat, termasuk Jerman dan Inggris.

Aris mengatakan mutu teh PTPN I mampu bersaing dengan produk Kenya, India, dan Sri Lanka, bahkan telah dipasarkan di gerai Twinings, London, Inggris.

Di samping mempertahankan dominasi di pasar teh curah (bulky), perusahaan itu juga memperkuat hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah di pasar domestik melalui penguatan produk ritel unggulan, seperti Teh Celup Walini, Goalpara, dan Gunung Mas.

Korporasi mengembangkan produk teh siap minum atau Ready to Drink (RTD). Inovasi produk itu untuk merangkul generasi muda agar kembali melirik dan mengonsumsi teh lokal.

"Kedua, kami memanfaatkan media sosial secara masif untuk mengedukasi anak-anak muda tentang filosofi serta manfaat kesehatan di balik kebiasaan minum teh," urai Aris.

Aris menambahkan PTPN I juga mendorong produk teh premium lokal masuk ke kafe sebagai strategi menjadikan konsumsi teh kembali bagian gaya hidup generasi muda.



Baca juga: Produk Teh PTPN I Tembus Gerai Legendaris Twinings London



Baca juga: Menjaga "Tangan" Perempuan yang Jadi Kunci Keberlanjutan Teh Nasional


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ahli Perkirakan 80 Ribu Bayi di Indonesia Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenag uji kapasitas bakal calon anggota Majelis Masyayikh
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Mutasi Polri: Dirreskrimum hingga Dansat Brimob Polda Sumut Berganti
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Gasak Kotak Amal 26 Masjid dan Mushala, Warga Madiun Dibekuk Polres Ponorogo
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Membangun dan Mewujudkan Khoira Ummah
• 1 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.