Kudus, Jawa Tengah (ANTARA) - Tim all-stars Jakarta mengatasi perlawanan tim Yogyakarta dengan skor akhir 1-0 untuk melaju ke final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu.
Satu-satunya gol yang mengantar Jakarta ke partai pamungkas dicetak oleh talenta muda Aqilla Azahra Putri Yuana pada menit ke-30.
Asisten pelatih tim all-stars Jakarta Sasi Kirana menjelaskan bahwa meskipun anak-anak asuhannya mampu unggul dalam penguasaan bola, namun tidak maksimal dalam penyelesaian akhir.
"Saat masuk lapangan memang para pemain menunjukkan sikap yang tegang karena ini semifinal yang menentukan nasib mereka," kata Sasi Kirana seusai pertandingan.
Baca juga: Malang bertekad kembali lebih kuat pada MLSC All-Stars edisi berikut
Baca juga: Jacksen sebut talenta di atas rata-rata bermunculan di MSC All-Stars
Dia melanjutkan, setelah babak pertama berlangsung tanpa gol, pihaknya memilih untuk tidak mengevaluasi strategi permainan, namun lebih pada meningkatkan semangat bertanding.
Beberapa pemain andalan tim, dia menambahkan, juga diarahkan memimpin rekan-rekan yang lain dalam mengatasi permasalahan yang mereka hadapi dalam lapangan.
"Sebenarnya motivasi yang saya berikan untuk para pemain tidak begitu banyak, tetapi lebih pada memantik mereka untuk bisa memotivasi diri sendiri," tutur Sasi Kirana.
Dia mengaku bersyukur atas hasil positif yang diraih timnya untuk melaju ke laga perebutan gelar juara. Selanjutnya, ia akan menyiapkan para pemain untuk secara fisik dan mental agar bisa tampil maksimal untuk keluar sebagai juara.
Partai final MLSC All-Stars 2026 akan berlangsung pada Minggu (28/6) mempertemukan Jakarta dengan pemenang laga semifinal Kudus melawan Surabaya.
Ajang MLSC All-Stars 2026 yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation merupakan puncak rangkaian kompetisi musim 2026 yang mempertemukan para pemain terpilih hasil pembinaan dan seleksi sepanjang musim untuk memperebutkan gelar juara All-Stars.
Berbeda dengan gelaran tahun lalu yang mempertandingkan 7 vs 7, edisi All-Stars kali ini mengadopsi format 9 vs 9 guna meningkatkan level kompetisi sebelum melangkah ke jenjang yang lebih profesional.
Dari sisi durasi pertandingan diperpanjang menjadi 2 x 20 menit dengan waktu istirahat 10 menit, sementara tahun lalu 2 x 15 menit dengan jeda turun minum 5 menit. Luas lapangan masih sama, yakni 50 x 35 meter dan gawang berukuran 2 x 5 meter.
MLSC juga berinovasi dengan menambah kuota masing-masing tim dari sebelumnya 14 pemain menjadi 16 pemain yang didampingi empat ofisial.
Selain itu, ajang itu juga diikuti non-MLSC atau bintang tamu. Ketentuan pemain bintang tamu masih sama seperti tahun lalu, yakni masing-masing tim boleh diperkuat oleh maksimal dua pemain dengan syarat maksimal kelahiran tahun 2012 dan masih duduk di bangku kelas 6 SD.
Baca juga: 12 tim siap berburu juara Milklife Soccer Challenge All-Stars 2026
Baca juga: Atasi Tangerang 2-0, Kudus menyusul ke semifinal MSC All-Stars 2026
Satu-satunya gol yang mengantar Jakarta ke partai pamungkas dicetak oleh talenta muda Aqilla Azahra Putri Yuana pada menit ke-30.
Asisten pelatih tim all-stars Jakarta Sasi Kirana menjelaskan bahwa meskipun anak-anak asuhannya mampu unggul dalam penguasaan bola, namun tidak maksimal dalam penyelesaian akhir.
"Saat masuk lapangan memang para pemain menunjukkan sikap yang tegang karena ini semifinal yang menentukan nasib mereka," kata Sasi Kirana seusai pertandingan.
Baca juga: Malang bertekad kembali lebih kuat pada MLSC All-Stars edisi berikut
Baca juga: Jacksen sebut talenta di atas rata-rata bermunculan di MSC All-Stars
Dia melanjutkan, setelah babak pertama berlangsung tanpa gol, pihaknya memilih untuk tidak mengevaluasi strategi permainan, namun lebih pada meningkatkan semangat bertanding.
Beberapa pemain andalan tim, dia menambahkan, juga diarahkan memimpin rekan-rekan yang lain dalam mengatasi permasalahan yang mereka hadapi dalam lapangan.
"Sebenarnya motivasi yang saya berikan untuk para pemain tidak begitu banyak, tetapi lebih pada memantik mereka untuk bisa memotivasi diri sendiri," tutur Sasi Kirana.
Dia mengaku bersyukur atas hasil positif yang diraih timnya untuk melaju ke laga perebutan gelar juara. Selanjutnya, ia akan menyiapkan para pemain untuk secara fisik dan mental agar bisa tampil maksimal untuk keluar sebagai juara.
Partai final MLSC All-Stars 2026 akan berlangsung pada Minggu (28/6) mempertemukan Jakarta dengan pemenang laga semifinal Kudus melawan Surabaya.
Ajang MLSC All-Stars 2026 yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation merupakan puncak rangkaian kompetisi musim 2026 yang mempertemukan para pemain terpilih hasil pembinaan dan seleksi sepanjang musim untuk memperebutkan gelar juara All-Stars.
Berbeda dengan gelaran tahun lalu yang mempertandingkan 7 vs 7, edisi All-Stars kali ini mengadopsi format 9 vs 9 guna meningkatkan level kompetisi sebelum melangkah ke jenjang yang lebih profesional.
Dari sisi durasi pertandingan diperpanjang menjadi 2 x 20 menit dengan waktu istirahat 10 menit, sementara tahun lalu 2 x 15 menit dengan jeda turun minum 5 menit. Luas lapangan masih sama, yakni 50 x 35 meter dan gawang berukuran 2 x 5 meter.
MLSC juga berinovasi dengan menambah kuota masing-masing tim dari sebelumnya 14 pemain menjadi 16 pemain yang didampingi empat ofisial.
Selain itu, ajang itu juga diikuti non-MLSC atau bintang tamu. Ketentuan pemain bintang tamu masih sama seperti tahun lalu, yakni masing-masing tim boleh diperkuat oleh maksimal dua pemain dengan syarat maksimal kelahiran tahun 2012 dan masih duduk di bangku kelas 6 SD.
Baca juga: 12 tim siap berburu juara Milklife Soccer Challenge All-Stars 2026
Baca juga: Atasi Tangerang 2-0, Kudus menyusul ke semifinal MSC All-Stars 2026





