AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Kedua Negara Goyah

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Komando Pusat AS, yang mengawasi operasi militer di Timur Tengah mengatakan telah mengeluarkan tanggapan yang kuat terhadap serangan kemarin

AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Kedua Negara Goyah (FOTO:Dok Laman AlJazeera)

IDXChannel - Amerika Serikat (AS) kembali menyerang Iran sebagai tanggapan atas insiden sehari sebelumnya ketika sebuah kapal kargo dihantam oleh drone Iran.

Dilansir dari laman AlJazeera Sabtu (27/6/2026), pada hari Jumat, Komando Pusat AS, yang mengawasi operasi militer di Timur Tengah mengatakan telah mengeluarkan tanggapan yang kuat terhadap serangan kemarin.

Baca Juga:
AS Lancarkan Serangan ke Iran Sebagai Respons atas Kapal Kargo di Selat Hormuz

"Pesawat AS menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran serta situs radar pantai,” kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan.

Perilaku berbahaya Iran merusak kebebasan navigasi karena perdagangan semakin mengalir melalui koridor perdagangan internasional yang vital. Serangan AS dilaporkan terjadi di dekat pelabuhan Sirik di Iran selatan setelah pengumuman tersebut.

Baca Juga:
Box Office Supergirl Diperkirakan Raup Pendapatan hingga USD50 Juta

Setelah itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan telah membalas dengan serangan terhadap instalasi militer AS di wilayah tersebut. Dalam sebuah pernyataan kepada kantor berita pemerintah IRNA, IRGC memperingatkan, “Jika agresi berulang terjadi, tanggapan kami akan lebih luas dari ini," tutur dia.

Gencatan Senjata Kembali Goyah

Baca Juga:
Gempa Bumi Venezuela Tewaskan 920 Orang

Baku tembak telah menimbulkan pertanyaan tentang apakah nota kesepahaman (MoU) tanggal 17 Juni yang ditandatangani antara AS dan Iran akan tetap berlaku.

Masing-masing pihak menuduh pihak lain melanggar kesepakatan tersebut, yang mencakup gencatan senjata. Dokumen tersebut juga menyerukan penghentian "permanen" operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon, yang secara efektif menghentikan sementara perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Baca Juga:
OJK Sebut Perbankan Masih Miliki Ruang Likuiditas Cukup untuk Genjot Penyaluran Kredit

Memorandum tersebut bukanlah kesepakatan final, melainkan dirancang sebagai pendahulu untuk negosiasi lebih lanjut, termasuk mengenai lalu lintas melalui Selat Hormuz, jalur air vital untuk perdagangan global.

Sejak awal perang, Iran telah menutup lalu lintas melalui selat tersebut, memaksa harga bahan bakar, pupuk, dan barang-barang lainnya melonjak. Namun, serangan pada hari Kamis terhadap kapal komersial terdaftar Singapura, Ever Lovely, telah kembali memicu ketegangan antara AS dan Iran.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya pada hari Jumat memperingatkan bahwa ia menganggap insiden Ever Lovely sebagai "pelanggaran bodoh" terhadap memorandum tersebut. Kesepakatan itu dimaksudkan untuk memicu periode 60 hari di mana Iran diwajibkan untuk melakukan "upaya terbaik" untuk memungkinkan kapal komersial melewati selat tanpa biaya.

Namun, gencatan senjata yang rapuh itu kesulitan untuk dipertahankan, karena Israel terus membombardir Lebanon, yang melanggar ketentuan memorandum tersebut.

Sebagai tanggapan, Iran mengatakan pekan lalu bahwa mereka akan menutup Selat Hormuz sekali lagi sebagai akibat dari serangan di Lebanon.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OJK Sebut El Nino Berpotensi Pengaruhi Kualitas Aset hingga Permodalan Bank
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Transaksi Sindikat Judol WNA di Hayam Wuruk: Terima Depo Rp 13 T, Cuan Rp 1,6 T
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Bongkar 10 Cara Bermain Hero Zilong di Mobile Legends
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Bertambah Jadi 920 Orang, Ribuan Warga Mengungsi
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Taufik Hidayat Residivis Kasus Penyiksaan, Pernah Divonis 1 Tahun 4 Bulan
• 22 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.