REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengaku telah menyerang target militer Amerika di wilayah tersebut sebagai balasan atas agresi AS sebelumnya terhadap daerah pesisir Iran.
Amerika melancarkan serangan udara terhadap daerah-daerah yang terletak di sepanjang garis pantai Iran.
Baca Juga
Gencatan Senjata Goyah, AS Kembali Serang Iran
Fakta yang Ditutupi Pentagon: Pangkalan AS Porak-poranda Dibombardir Iran Menurut Investigasi Media
Al-Maqrizi dan Inflasi: Pemikiran Abad ke-14 yang Masih Relevan di Indonesia
IRGC menilai serangan AS itu sebagai bagian dari pola pelanggaran komitmen Amerika Serikat yang tak berubah.
"Dalam melancarkan agresi tersebut, Washington menggunakan berbagai dalih, termasuk lewatnya kapal yang tak patuh melalui rute tidak sah di Selat Hormuz," tulis IRGC dalam pernyataanya. .
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat melaporkan melakukan serangan terhadap beberapa target di Iran. CENTCOM, yang mengawasi pasukan Amerika di wilayah Asia Barat, menyebut serangan itu sebagai sebagai balasan atas serangan pesawat tak berawak Iran pada hari Kamis terhadap sebuah kapal, yang disebutnya sebagai kapal kargo berbendera Singapura, MV Ever Lovely.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)