Otoritas Uni Emirat Arab (UEA) menyampaikan permintaan maaf pada Jumat (26/6) setelah merilis "pesan peringatan yang keliru" mengenai potensi serangan rudal. Peringatan serangan rudal yang keliru itu sempat memicu kekhawatiran di kalangan warga UEA.
Dalam insiden ini, seperti dilansir AFP, Sabtu (27/6/2026), pesan resmi yang dikirimkan ke ponsel-ponsel warga UEA, yang isinya memperingatkan tentang "potensi ancaman rudal" disertai bunyi sirene yang keras. Ini menjadi pesan peringatan pertama yang diterima warga UEA dalam kurun waktu lebih dari sebulan.
Pesan peringatan semacam itu sempat menjadi hal yang umum terjadi selama konflik di Timur Tengah berkecamuk, ketika Iran menargetkan UEA dengan lebih dari 2.800 drone dan rudal, yang sebagian besar berhasil dicegat.
Namun peringatan yang dirilis pada Jumat (26/6) itu segera disusul oleh instruksi lain yang meminta warga UEA untuk "mengabaikan peringatan sebelumnya".
Otoritas darurat UEA kemudian menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan yang terjadi.
"Otoritas Nasional Manajemen Krisis dan Bencana Darurat serta instansi-instansi terkait memohon maaf atas gangguan teknis yang tidak disengaja ini," demikian bunyi permintaan maaf dari otoritas UEA via media sosial X.
(nvc/dhn)





