Pantau - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menilai meningkatnya kepercayaan publik terhadap Polri berdasarkan Survei Litbang Kompas menunjukkan kinerja institusi tersebut memberikan dampak positif dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Survei Dinilai Mencerminkan Hasil Kinerja PolriSahroni mengungkapkan tingginya tingkat kepercayaan publik tidak terlepas dari kerja keras seluruh jajaran Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga keamanan, dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat.
Ia mengatakan, "Tingginya kepercayaan publik menunjukkan bahwa kerja keras Polri ini nyata dirasakan oleh masyarakat."
Meski demikian, Sahroni mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat Polri cepat berpuas diri.
Ia mengungkapkan, "Selanjutnya jangan lengah dan tetap pertahankan kinerja baik ini. Ke depan harus lebih baik lagi, capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, profesionalisme, dan kedekatan dengan masyarakat."
Polri Diminta Terus Tingkatkan ProfesionalismeSahroni menilai masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Polri, seperti penanganan kejahatan jalanan, pemberantasan premanisme, peredaran narkoba, hingga kejahatan berbasis digital.
Ia menegaskan pemberantasan berbagai bentuk kejahatan tersebut harus dilakukan secara konsisten agar kepercayaan masyarakat terus meningkat.
Sahroni mengatakan, "Yang paling penting, Polri harus terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kalau itu terus dijaga, saya yakin 100 persen kepercayaan masyarakat akan semakin meroket."
Survei Persepsi Masyarakat dan Evaluasi Kinerja Polri Triwulan II Tahun 2026 yang dilakukan Litbang Kompas pada 9-18 April 2026 terhadap 1.200 responden mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen.
Survei tersebut juga menunjukkan citra positif Polri meningkat dari 64,4 persen pada 2025 menjadi 71,5 persen pada 2026, tingkat kepuasan layanan naik dari 65,3 persen menjadi 67,6 persen, serta skor profesionalitas pelayanan meningkat dari 7,76 menjadi 8,37.




