Siapkan Capex Rp2 Triliun di 2026, MAPA-MAPI Bidik 600 Toko Baru 

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pada kuartal I-2026, MAP Group telah merealisasikan pembukaan lebih dari 200 toko.

Siapkan Capex Rp2 Triliun di 2026, MAPA-MAPI Bidik 600 Toko Baru (Foto: dok MAPI)

IDXChannel - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPA) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp2 triliun sepanjang 2026.

Sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk membuka gerai baru. Sepanjang tahun ini, perseroan menargetkan pembukaan sekitar 550 hingga 600 toko baru di berbagai segmen bisnis.

Baca Juga:
MAP Aktif (MAPA) Kantongi Laba Rp473 Miliar Kuartal I-2026, Naik 39 Persen

Pada kuartal I-2026, MAP Group telah merealisasikan pembukaan lebih dari 200 toko. Perseroan memperkirakan, laju ekspansi akan semakin agresif pada semester II, terutama pada kuartal IV yang secara historis menjadi periode dengan pembukaan gerai terbanyak.

Meski telah menyiapkan capex sebesar Rp2 triliun, manajemen menegaskan, besaran investasi tersebut masih bersifat fleksibel. Perseroan akan terus memantau perkembangan ekonomi dan kondisi global sehingga nilai belanja modal dapat disesuaikan, baik ditingkatkan maupun dikurangi, mengikuti dinamika pasar.

Baca Juga:
Mitra Adiperkasa (MAPA) dan MAP Active (MAPI) Kompak Tebar Dividen, Ini Jadwalnya

Di sisi lain, MAP Group mengakui pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu tantangan bagi bisnis ritel. 

Sebagai perusahaan yang mengimpor berbagai merek internasional, perseroan melakukan pembayaran dalam mata uang dolar AS, poundsterling, dan euro sehingga depresiasi rupiah berdampak langsung terhadap kenaikan harga pokok penjualan.

Baca Juga:
Pengendali Baru MAPI Gelar MTO di Harga Rp1.550 per Saham

"Setiap kali kami menerima pengiriman baru, kami harus menggunakan kurs terbaru. Untuk menjaga profitabilitas, kami melakukan lindung nilai (hedging) terhadap hampir 30 persen eksposur valuta asing," ujar manajemen dalam laporan hasil public expose pada Jumat (26/6/2026).

Perseroan menambahkan, kenaikan biaya akibat pelemahan rupiah pada akhirnya akan tercermin pada penyesuaian harga jual sejumlah produk ritel. Langkah tersebut tidak dapat dihindari untuk menjaga margin usaha di tengah meningkatnya biaya impor.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aldi Taher Buka Lowongan Kerja, Jumlah Pelamar Mencapai Puluhan Ribu
• 20 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Trump Ancam Kenakan Tarif Impor 100 Persen bagi Negara Pengumpul Pajak Digital
• 5 jam lalumatamata.com
thumb
Gempa Venezuela Hancurkan 250 Banguna, Ratusan Warga Tewas
• 22 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Sebut Porsi Latihan Tak Berat, Kemhan Pastikan Latsarmil SPPI Tetap Berlanjut
• 12 menit laluokezone.com
thumb
Mendagri Tito Sebut Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
• 21 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.