CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Sedikitnya 250 bangunan di Venezuela rusak berat hingga hancur setelah dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang negara itu pada Rabu (24/6).
Bencana tersebut juga merusak delapan rumah sakit, puluhan fasilitas infrastruktur, serta menyebabkan ratusan korban jiwa.
Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez mengatakan kerusakan akibat gempa masih terus didata dan diperkirakan dapat bertambah.
"Hingga kini, 250 bangunan dinyatakan rusak atau hancur total. Delapan rumah sakit mengalami kerusakan dan beberapa di antaranya harus dikosongkan. Sebanyak 20 mal dan 68 fasilitas infrastruktur rusak," kata Rodriguez dalam pidato televisi yang dikutip RIA Novosti, Jumat (26/6).
Selain menghancurkan bangunan, gempa juga menyebabkan bandara utama Venezuela ditutup dan memicu sedikitnya 30 gempa susulan yang memperparah situasi di sejumlah wilayah.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Carlos Alvarado mengungkapkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut telah mencapai 235 orang hingga Kamis (25/6) malam waktu setempat.
“Hingga pukul 19.00 hari ini, kami telah memberikan bantuan kepada lebih dari 4.300 korban luka. Sebagian besar mengalami luka ringan, tetapi ada juga pasien dengan kondisi sedang hingga berat. Banyak di antaranya memerlukan tindakan operasi,” kata Alvarado dalam siaran televisi pemerintah VTV.
Menurut Alvarado, sekitar 235 korban dibawa ke rumah sakit dalam kondisi telah meninggal dunia atau meninggal sesaat setelah tiba di fasilitas kesehatan. Wilayah La Guaira menjadi daerah yang mengalami dampak paling parah dengan jumlah korban meninggal dan luka terbanyak.
Pemerintah Venezuela masih melanjutkan proses evakuasi, pencarian korban, serta pendataan kerusakan di berbagai wilayah terdampak.
Sumber: Sputnik



