JAKARTA, KOMPAS.com - PAM Jaya akan melanjutkan pembangunan jaringan pipa air bersih sepanjang 1.000 kilometer pada tahun ini.
Proyek tersebut merupakan bagian dari upaya mengejar target layanan air perpipaan untuk seluruh warga Jakarta pada 2029.
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin meminta maaf kepada masyarakat karena pengerjaan proyek pipa berpotensi menimbulkan kemacetan di sejumlah ruas jalan.
Baca juga: Pramono Ngaku Khawatir Usai PAM Jaya Untung: Biasanya Semua Ikut Campur, Merasa Berjasa
Menurut Arief, pembangunan jaringan pipa tidak bisa dilakukan tanpa menggunakan sebagian bahu jalan sehingga dapat mengganggu kelancaran lalu lintas.
"Kami juga memohon maaf kepada para pengguna jalan semuanya karena pastinya tidak mungkin kami tidak menggunakan bahu jalan untuk menyelesaikan pipanisasi yang ada di Jakarta," kata Arief dalam keterangan resminya, Sabtu (27/6/2026).
Arief mengatakan, penambahan 1.000 kilometer pipa pada tahun ini akan membuat total jaringan pipa air minum di Jakarta mencapai sekitar 13.200 kilometer.
Meski demikian, PAM Jaya masih harus membangun lebih dari 2.000 kilometer pipa lagi untuk mencapai target layanan air perpipaan 100 persen pada 2029.
Baca juga: Kejar Target Layanan Air 100 Persen, PAM JAYA Siapkan Revitalisasi 4 IPA di Jakarta
Saat ini, cakupan layanan PAM Jaya telah mencapai 82 persen atau sekitar 8,9 juta warga Jakarta.
Selain memperluas jaringan pipa, PAM Jaya juga menyiapkan sejumlah proyek untuk menambah pasokan air baku.
Beberapa di antaranya adalah pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) baru di Jakarta Barat dan pembangunan embung di kawasan Angke.
Arief menjelaskan, langkah itu dilakukan karena pasokan air dari proyek Karian-Serpong hingga kini belum memiliki kepastian.
Karena itu, PAM Jaya mencari sumber pasokan tambahan agar target layanan air bersih tetap bisa tercapai.
Baca juga: Target 100 Persen Air Bersih pada 2029, DPRD DKI Desak PAM JAYA Segera Remajakan Pipa Tua
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung optimistis seluruh warga Jakarta bisa mendapatkan akses air perpipaan pada 2029.
Menurut Pramono, saat ini capaian layanan yang sudah mencapai 82 persen menunjukkan target tersebut bukan hal yang mustahil.
"Ketika saya mencanangkan tahun 2029 air bersih di Jakarta 100 persen, waktu itu banyak yang tidak percaya. Sekarang capaian PAM Jaya sudah 82 persen. Saya yakin masih ada tiga tahun lagi pasti akan bisa terpenuhi 100 persen," ujar Pramono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




