SURABAYA, Juni 2026 – Selama ini, mereka dikenal sebagai pahlawan jalanan yang lincah menerobos kemacetan demi mengantarkan pesanan tepat waktu. Namun kini, para driver ojek online perempuan di Surabaya tidak hanya mengaspal, tetapi juga mulai menguasai dunia digital.
Mahasiswa Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (MM FEB UNAIR) Angkatan 65 dan 66 menghadirkan program DANDAN 2026 — singkatan dari Driver Andalan: Content Digital Training. Program ini dirancang khusus untuk memberdayakan ibu-ibu driver ojol perempuan di Surabaya agar memiliki keterampilan tambahan di bidang konten digital, jurnalisme warga, dan penguatan citra diri di ruang maya.
Mengusung tagline “Dandan dulu, siap melaju, andalan selalu,” DANDAN bukan sekadar kegiatan akademik. Ini adalah gerakan nyata membangun kapasitas perempuan pekerja informal di tengah gempuran ekonomi digital yang kian kompetitif.
29 Ibu-Ibu Tangguh Siap Jadi Konten KreatorProgram yang berada di bawah bimbingan Dr. Tri Siwi Agustina, SE., M.Si. ini menyasar 29 ibu-ibu driver ojek online perempuan di Surabaya. Mereka adalah bagian penting dari ekosistem transportasi digital — tidak hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi tulang punggung mobilitas warga kota.
“DANDAN hadir untuk membuka mata para peserta bahwa keterampilan digital bukan hanya tentang mengikuti tren, tetapi bisa menjadi modal baru yang meningkatkan kepercayaan diri sekaligus membuka peluang ekonomi tambahan,” ujar Dr. Tri Siwi dalam sambutannya.
Belajar dari Praktisi: Superheru hingga Penyiar Gen FMPelatihan dan workshop digelar pada Sabtu, 6 Juni 2026 di FEB Universitas Airlangga Kampus B. Para peserta mendapatkan materi dari deretan narasumber inspiratif:
- Heru Kurniawan (Superheru) , seorang driver ojol sekaligus content creator yang membuktikan bahwa profesi di jalanan bisa berpadu dengan kreativitas digital.
- Choki Saputra, penyiar Gen FM Surabaya yang aktif membagikan informasi kondisi jalan secara real-time.
- Drs. Sri Gunawan, M.Com., DBA. dan Dr. Tuwanku Aria Auliandri, S.E., M.Sc. , dosen MM UNAIR yang membawakan materi dari sisi akademis dan praktis.
Pada sesi pertama, peserta diajarkan teknik membuat foto dan video sederhana, menulis caption yang menarik, menentukan waktu unggah konten yang tepat, hingga pengenalan dasar live selling. Tujuannya sederhana: membekali para ibu dengan kemampuan memproduksi konten yang bisa menarik perhatian dan bernilai ekonomi.
Sesi kedua lebih dalam lagi. Para peserta dibekali prinsip dasar jurnalisme digital — mulai dari cara melaporkan kondisi jalan dengan pendekatan 5W+1H hingga pentingnya verifikasi informasi sebelum disebarluaskan. Ini penting, mengingat hoaks dan misinformasi mudah menyebar di ruang digital.
“Driver ojol perempuan memiliki posisi strategis di jalanan. Mereka bisa menjadi mata dan telinga masyarakat sekaligus kreator konten yang autentik,” ungkap salah satu pengurus program DANDAN.
Lebih dari Sekadar PelatihanDANDAN bukanlah program sekali jalan. Ini adalah awal dari perjalanan panjang memberdayakan perempuan pekerja informal agar tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di era serbadigital. Dengan keterampilan baru ini, para ibu-ibu driver tidak hanya bisa berbagi informasi bermanfaat, tetapi juga berpotensi menambah penghasilan melalui konten yang mereka hasilkan.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara dunia akademisi, praktisi media, dan komunitas pekerja informal mampu menciptakan dampak sosial yang berarti. Dari atas aspal ke layar ponsel — perjalanan para driver ojol perempuan Surabaya kini tidak berhenti di jalanan, tetapi terus melaju ke dunia digital yang penuh peluang.




