Jumlah korban tewas akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela kembali bertambah. Pemerintah setempat melaporkan sedikitnya 920 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Sebanyak 3.360 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Sebanyak 172 orang juga diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Dua gempa berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 mengguncang wilayah dekat pesisir Karibia pada Rabu (24/6/2026). Gempa tersebut merobohkan banyak bangunan dan merusak bandara utama Venezuela.
Fenomena itu dikategorikan sebagai gempa kembar atau doublet oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Bencana tersebut memicu kerusakan luas di sejumlah wilayah.
Pemerintah juga menyebut lebih dari 50 ribu orang masih dinyatakan hilang. Proses pencarian korban masih terus berlangsung di berbagai lokasi terdampak.
Warga di sejumlah daerah mengeluhkan lambatnya distribusi bantuan. Relawan bahkan dilaporkan membongkar puing bangunan dengan tangan kosong karena minimnya alat berat.
Kemarahan warga memuncak saat Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez mengunjungi kawasan terdampak. Sejumlah warga meneriakkan protes karena merasa pemerintah terlambat memberikan bantuan.
"Pemerintah tidak melakukan apa pun untuk rakyat."
Teriakan itu disampaikan warga saat Delcy Rodriguez mengunjungi kawasan terdampak gempa di Caracas, Sabtu (27/6/2026).
Baca Juga: Venezuela Berduka, Korban Tewas Akibat Gempa Bertambah Jadi 32 Orang
Korban gempa juga berasal dari berbagai negara. Sedikitnya 19 warga negara asing dipastikan meninggal dunia dalam bencana tersebut.
Korban asing itu terdiri dari sembilan warga Portugal, lima warga Spanyol, dua warga Brasil, dua warga China, dan satu warga Italia-Venezuela. Pemerintah Portugal dan Spanyol juga melaporkan masih banyak warganya yang belum diketahui keberadaannya.





