Pemerintah Lebanon berharap putaran baru negosiasi dengan Israel yang dimediasi oleh Amerika Serikat akan menghasilkan penarikan penuh pasukan Israel dari seluruh wilayah kedaulatannya. Pembebasan para tahanan menjadi bagian dari tuntutan Lebanon.
Dikutip dari Metro Siang, Menteri Informasi Lebanon, Paul Morcos, mengungkapkan bahwa pembicaraan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan otonomi dan kemerdekaan penuh bagi Lebanon. Putaran negosiasi ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yang telah dimulai sejak Selasa lalu, 24 Juni 2026.
Baca juga: Lebanon, Israel, dan AS Teken Kerangka Kesepakatan Trilateral Menuju Perdamaian
Dalam wawancaranya dengan China Global Television Network (CGTN), Morcos mengungkapkan Lebanon ingin menjaga komitmen terhadap gencatan senjata, penarikan pasukan Israel dari seluruh titik di wilayah Lebanon, pembebasan tahanan dan penyelesaian sengketa di wilayah-wilayah konflik.
Jika gencatan senjata dapat disepakati dan dipatuhi oleh kedua belah pihak, rekonstruksi akan menjadi prioritas utama pemerintah untuk menjaga stabilitas dan mempercepat pemulihan Lebanon.




