Soroti Kasus Wanita Disekap di Bandung, Menkomdigi Ingatkan Bijak Bermedsos

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menanggapi kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR (29) wanita di Bandung yang diduga berawal dari perkenalan melalui aplikasi kencan.

Dalam kasus tersebut, polisi mengungkap pelaku Taufik Hidayat berkenalan dengan korban YTR lewat aplikasi kencan sebelum akhirnya diduga menyekap dan menganiaya korban hingga mengalami luka berat. Dia mengatakan, peristiwa itu menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati saat berinteraksi di ruang digital.

"Jangan mudah percaya pada apa yang ditampilkan di media sosial. Jangan tertipu. Apa yang kita lihat dan baca di sosial media, tidak terkecuali di aplikasi kencan seperti Tinder, belum tentu benar, bahkan bisa jadi sebaliknya. Mungkin saja semua itu hanya ilusi algoritma," kata Meutya dalam keterangannya, Sabtu (27/6).

Selain itu, ia meminta masyarakat menjaga data pribadi dan tidak sembarangan membagikan informasi sensitif yang dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan.

"Jaga kendali atas data pribadi. Jangan membagikan data sensitif, akses akun, lokasi secara real time, maupun informasi lain yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan manipulasi, penipuan, atau tindak kejahatan," ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat memanfaatkan berbagai fitur keamanan yang telah disediakan platform digital, seperti fitur pelaporan, pemblokiran, hingga berbagi lokasi dengan kontak tepercaya.

"Manfaatkan fitur keamanan yang tersedia di platform digital. Gunakan fitur pelaporan, pemblokiran, berbagi lokasi dengan kontak tepercaya jika tersedia, dan segera hentikan interaksi apabila menemukan perilaku yang mencurigakan. ucap Meutya," katanya.

Meutya menegaskan, ruang digital harus menjadi ruang yang aman bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, keamanan tersebut merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, penyelenggara platform digital, dan pengguna.

"Ruang digital harus menjadi ruang yang aman. Keamanan itu dibangun bersama oleh platform yang bertanggung jawab, pemerintah yang menghadirkan tata kelola dan pengawasan, serta masyarakat yang semakin cakap dalam memanfaatkan teknologi secara bijak," tutupnya.

Sebelumnya, Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan mengungkap awal Taufik Hidayat berkenalan dengan korban YTR. Taufik menyekap dan menganiaya YTR hingga menyebabkan korban mengalami luka berat.

Rudi mengatakan pelaku dan korban berkenalan lewat aplikasi kencan.

"Di awal tahun 2024 perkenalan melalui aplikasi Tinder. Mereka berkenalan, merasa dekat, berhubungan dan sepertinya hidup satu rumah di dalam tempat kos," tutur Rudi saat konferensi pers di Polda Jabar, Bandung, Jumat (26/6).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tio Pakusadewo Terharu dapat Dukungan dari Rekan Artis Ketika Sakit
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Terduga Penganiaya Caddy Golf di Modern Golf Tangerang yang Viral Ditangkap!
• 18 jam laludetik.com
thumb
DPR Tekankan Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Dongkrak Lapangan Kerja hingga UMKM
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Info Cuaca Hari Ini, BMKG: Mayoritas Wilayah RI Berawan hingga Hujan
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Ungkap Alasan Tutup 800 BUMN, Negara Bisa Hemat Triliunan
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.