Olah Limbah Ampas Sagu Menjadi Pakan Ayam Warga

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Limpah ampas sagu yang selama ini tidak termanfaatkan, bisa dijadikan sesuatu yang produktif. Salah satunya menjadi pakan ayam alternatif yang bisa membantu peternakan warga.

Hal ini dilakukan Tim pelaksana Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai melalui Hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026.

Mereka melaksanakan kegiatan bertajuk “Optimalisasi Limbah Ampas Sagu sebagai Pakan Ayam untuk Meningkatkan Kemandirian Kelompok Wanita Tani Pangkaroang Bulawang di Desa Langkidi” Sabtu, 27 Juni.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi inovatif dalam pemanfaatan limbah ampas sagu yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal warga Desa Langkidi, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu.

Melalui pengolahan limbah ampas sagu menjadi pakan ayam alternatif, diharapkan biaya produksi peternakan dapat ditekan sekaligus meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Pangkaroang Bulawang.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme yang diikuti oleh anggota Kelompok Wanita Tani, masyarakat setempat, serta pemerintah desa.

Materi yang disampaikan meliputi potensi limbah ampas sagu sebagai bahan baku pakan ayam, teknik pengolahan yang tepat, pengemasan dan kewirusahaan hingga praktik pembuatan pakan secara langsung.

Kepala Desa Langkidi, Muslim SPi menyambut baik pelaksanaan program pengabdian tersebut. Beliau menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah desa dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat.

“Kami sangat senang dengan adanya kerja sama seperti ini karena memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, khususnya bagi Kelompok Wanita Tani di Desa Langkidi,” kata Muslim.

Harapannya, kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan masyarakat desa.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap masyarakat mampu memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan, mengurangi limbah lingkungan, serta menciptakan pakan ayam yang lebih ekonomis tanpa mengurangi kualitasnya.

Selain itu, program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian usaha kelompok perempuan desa melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis sumber daya lokal.

Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan menghadirkan inovasi yang aplikatif dan memberikan dampak positif bagi pembangunan desa. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lebanon-Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja Perdamaian, Disebut Proses Lucuti Hizbullah
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
418 ribu pengguna ASDP nikmati diskon penyeberangan
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag Masuk Tahap Tes Akademik dan Psikologi
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Penjelasan Istana soal Prabowo Sebut 4 Kali Kalah Pilpres Tak Ganggu Pemegang Mandat
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Kisah Kelam Keluarga Taufik Hidayat, Rentetan Musibah Datang Bertubi-tubi Sebelum Kasus Penyekapan YTR Terbongkar
• 14 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.