Kisah Kelam Keluarga Taufik Hidayat, Rentetan Musibah Datang Bertubi-tubi Sebelum Kasus Penyekapan YTR Terbongkar

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR yang menjerat Taufik Hidayat (30) masih menjadi perhatian publik. Polda Jawa Barat telah menetapkan Taufik sebagai tersangka dan menjeratnya dengan pasal berlapis yang membuatnya terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara. 

Polisi menduga korban mengalami kekerasan secara berulang selama tinggal bersama pelaku hingga mengalami luka berat, gangguan penglihatan, kesulitan berbicara, dan tidak dapat berjalan normal.

Baca Juga :
Dedi Mulyadi Serahkan Uang Sayembara Rp250 Juta kepada Keluarga YTR: Untuk Bekal Masa Depan
Fakta Baru Kasus Penyekapan di Bandung, Taufik Hidayat Disangkakan Pasal Berlapis hingga Terancam 12 Tahun Penjara

Di tengah proses hukum yang terus berjalan, berbagai fakta mengenai kehidupan pribadi Taufik mulai terungkap. Tak hanya riwayat masa lalunya, kisah keluarganya pun ikut menjadi sorotan. 

Dari pengakuan ayah kandungnya, Tata, serta Kepala Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Kusnaedi, terungkap bahwa keluarga tersebut telah lama diterpa berbagai cobaan. Satu per satu tragedi datang silih berganti hingga menyisakan kisah pilu yang kini kembali menjadi perhatian publik.

Keluarga yang Pernah Hidup dengan Empat Anak

Tata mengungkapkan bahwa dirinya bersama sang istri memiliki empat orang anak. Layaknya keluarga pada umumnya, mereka sempat menjalani kehidupan bersama sebelum berbagai musibah datang menghampiri.

Cobaan pertama datang ketika anak sulung yang berjenis kelamin perempuan meninggal dunia akibat sakit. Kepergian putri pertama menjadi duka mendalam bagi keluarga.

Meski berusaha bangkit, keluarga tersebut kembali diterpa musibah beberapa waktu kemudian, di mana anak bungsu laki-laki meninggal dunia akibat overdosis obat-obatan. Keterangan itu diungkapkan Kusnaedi.

"Yang bungsu meninggal karena overdosis, minum obat-obatan sampai meninggal dunia," ujarnya. Peristiwa tersebut menjadi salah satu kehilangan terbesar yang harus diterima keluarga Tata.

Sang Ibu Tak Kuat Menanggung Beban

Kepergian dua anak disebut memberikan dampak besar terhadap kondisi psikologis ibu Taufik. Menurut Kusnaedi, bukan hanya kehilangan anak yang menjadi beban pikirannya, tetapi juga berbagai persoalan yang dialami anak-anak lainnya.

Ia menyebut kondisi ibu Taufik terus memburuk hingga mengalami tekanan mental yang cukup berat. "Ibunya stres, setahun ampleung-ampleungan (jalan kaki ke sana ke mari)," ungkap Kusnaedi.

Perubahan perilaku sang ibu pun mulai terlihat. Ia lebih banyak berdiam diri di rumah, enggan berbicara dengan siapa pun, bahkan beberapa kali keluar rumah dan berjalan tanpa arah. "Istrinya (Tata) nggak mau dibawa diperiksa, di rumah diem, nggak ngomong," katanya.

Baca Juga :
YTR Disekap dan Disiksa Sejak 2024, Alasan Taufik Hidayat Bikin Geleng Kepala
Dokter Temukan Belatung di Kepala YTR, Infeksinya Disebut Sangat Berat
Irjen Rudi Bongkar Sifat Tempramental Taufik Hidayat: Jika Tak Dapat Sesuatu yang Diharapkan, Lakukan Kekerasan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Karyawan Toko Padel di Jaksel Dimintai Ganti Rugi Rp 50 Juta Usai Dituduh Mencuri
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Diduga Kartel Harga Sawit, 5 Perusahaan CPO di Sumbar Diadukan ke KPPU
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Mendagri Tito Sebut Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Mensesneg Sebut Rencana Relokasi Pabrik Komponen Otomotif ke Vietnam Ditunda
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Sindir Elite, Kalau Mau Maju Harus Mau Bersatu dan Kerja Sama
• 9 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.